Angka Kematian Covid-19 Dinilai Penting, Eks Direktur WHO: Kalau Sudah Meninggal, Tidak Bisa Kembali Lagi

- 11 Agustus 2021, 19:56 WIB
Pemkot Bogor sedang mempersiapkan TPU khusus jenazah Covid-19  untuk non-muslim di Kelurahan Situ Gede, Bogor Barat, Kota Bogor. Angka kematian Covid-19 dinilai sebagai hal yang penting.
Pemkot Bogor sedang mempersiapkan TPU khusus jenazah Covid-19 untuk non-muslim di Kelurahan Situ Gede, Bogor Barat, Kota Bogor. Angka kematian Covid-19 dinilai sebagai hal yang penting. /Prokompim Kota Bogor

GALAMEDIA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah menghapus angka kematian dalam indikator penanganan Covid-19.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Tjandra Yoga Aditama angkat bicara soal hal itu

Ia berpendapat, indikator angka kematian diperlukan dalam upaya menilai situasi epidemiologi.

"Kalau data yang tersedia dianggap tidak baik, maka datanya yang harus diperbaiki," ujar Tjandra melalui pernyataan tertulisnya, Rabu, 11 Agustus 2021.

Baca Juga: Bukan Dihapus, Pemerintah Rapikan Data Angka Kematian untuk Tingkatkan Akurasi Asesmen Level PPKM

Tjandra menilai, laporan kematian adalah hal yang amat penting dalam menilai situasi pandemi di Tanah Air.

"Karena kalau sudah meninggal, tentu tidak bisa kembali lagi," ujar dia.

Lebih lanjut Tjandra mengatakan, data kematian merupakan indikator epidemiologi utama untuk menilai berbagai penyakit di dunia.

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara itu mengatakan angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia termasuk kategori tinggi.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network