Jokowi Tak Bicara Soal Kematian Covid-19, Dosen UIN: Seolah Tidak Pernah Ada, Jangan-jangan…

- 17 Agustus 2021, 21:09 WIB
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan MPR. Twitter /@KSPgoid/
Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam sidang tahunan MPR. Twitter /@KSPgoid/ /

GALAMEDIA – Pidato Kenegaraan yang disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Tahunan MPR pada Senin, 16 Agustus 2021 lalu mendapatkan perhatian dari dosen bahasa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Makyun Subuki.

Sebagaimana diketahui, sepanjang pidatonya, presiden sama sekali tidak menyinggung korban jiwa akibat Covid-19 di Tanah Air.

Padahal jumlah kasus positif serta kematian akibat wabah tersebut sudah sangat besar.

Per Senin, 16 Agustus 2021 terjadi 17.385 penambahan kasus positif Covid-19, pasien sembuh bertambah 29.925 orang, sedangkan pasien meninggal bertambah 1.245 jiwa.

Total kasus Covid-19 yang ditemukan di Indonesia sejak Maret hingga hari ini mencapai 3.871.738 kasus. Untuk pasien sembuh dari Covid-19 mencapai 3.381.884 orang. Sedangkan total pasien Covid-19 yang meninggal dunia berjumlah 118.833 orang.

Baca Juga: 5 Kota Paling Direkomendasikan Untuk Ditinggali di Indonesia, Nomor 4 Dicap Kota Mahal!

Namun ratusan ribu bahkan akan menyentuh angka 120.000 jiwa yang melayang akibat wabah tersebut sama sekali tidak disinggung oleh Jokowi dalam pidatonya.

“Seolah-olah, itu semua tidak pernah ada. Barangkali, kalau ada seseorang yang telah tertidur selama dua tahun, dan baru bangun ketika dia mendengar pidato ini, sepertinya dia tidak mempercayai jumlah kematian yang diumumkan Kemenkes,” ujar Makyun dikutip melalui situs Nahdlatul Ulama, Selasa, 17 Agustus 2021.

Makyun Subuki kemudian menyindir, apabila pidato Jokowi kemarin dijadikan rujukan untuk menilai pandemi di Indonesia, maka masyarakat akan merasa amat beruntung.

“Mereka mengalami pandemi ini secara positif karena pemerintah sukses mengelolanya dan bermurah hati terhadap rakyatnya,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network