India Meradang Hingga Picu Islamofobia Usai Taliban Kembali Kuasai Wilayah Afghanistan

- 2 September 2021, 08:42 WIB
Ilustrasi bendera India.
Ilustrasi bendera India. /Pixabay/hari_mangayil.

GALAMEDIA - Kembalinya kekuasaan Taliban ke Afghanistan nampaknya membuat supremasi Hindu di India menjadi islamofobia terhadap minoritas muslimnya.

Politisi Muslim, penulis, jurnalis, influencer media sosial, dan warga biasa telah menjadi target kampanye kebencian di negara tersebut.

Segera setelah Taliban menggulingkan pemerintah yang didukung Barat bulan lalu, tagar #GoToAfghanistan mulai menjadi tren di media sosial India.

Selain itu, tagar #GoToPakistan juga diluncurkan oleh kelompok sayap kanan yang ingin mengubah India menjadi negara etnis Hindu.

Baca Juga: Persib vs Barito Putera Digelar di Stadion Indomilk Sport Center Tangerang, Ini Jadwal Lengkapnya

“Kata Taliban atau Talibani sengaja dimasukkan ke dalam kosakata massa oleh kedua sisi spektrum – orang-orang yang mungkin anti atau pro-BJP (Partai Bharatiya Janata),” penyair dan aktivis Hussain Haidry.

“Itu dilakukan seperti istilah Pakistan atau 'jihadi' atau 'aatankwadi' (teroris) dilontarkan sebagai cercaan terhadap Muslim," sambungnya.

Tak lama setelah Taliban mengambil alih Kabul, politisi BJP Ram Madhav menyebut pemberontakan Moplah 1921 sebagai salah satu manifestasi pertama dari "mentalitas Taliban" di India.

Di negara bagian Assam di timur laut, 15 Muslim, termasuk cendekiawan Islam, politisi dan jurnalis lokal, ditangkap karena diduga “mendukung” Taliban di postingan media sosial dan didakwa di bawah Undang-Undang Aktivitas Melanggar Hukum (Pencegahan) atau UAPA, anti-kejam.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network