Pembatasan dan Prokes Ketat Diterapkan Dalam Uji Coba Pembukaan Gasibu dan Saparua

- 6 September 2021, 21:12 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berjalan di Lapangan Gasibu Kota Bandung. Pemprov Jabar memperbolehkan fasilitas olahraga outdoor dibuka kembali untuk umum.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berjalan di Lapangan Gasibu Kota Bandung. Pemprov Jabar memperbolehkan fasilitas olahraga outdoor dibuka kembali untuk umum. /Instagram @ridwankamil

GALAMEDIA --  Sejak 1 September lalu, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat melakukan percobaan pembukaan lapangan Gasibu dan Saparua. Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar, Sumasna mengungkapkan dua alasan percobaan pembukaan kedua sarana olahraga publik tersebut.

Dikatakannya, alasan pertama adalah karena kasus Covid-19 di Jabar cenderung turun. Sedangkan kedua, karena masyarakat membutuhkan ruang terbuka untuk berolahraga menjaga imunitas.

Sumasna memastikan, pengelola kedua sarana tersebut menerapkan prosedur pembatasan pengunjung dan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Dikatakannya, masyarakat yang memasuki Lapangan Gasibu dan Saparua dibatasi 50 persen dari total kapasitas.

Masyarakat pun wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk masuk ke kedua lapangan tersebut. "Ada Perwal dari Kota Bandung yang mengatur itu. Kemudian kalau kita cara membatasi kapasitasnya dengan kewajiban masyarakat scan barcode yang menunjukkan jumlah batasan pengunjung," katanya.

Baca Juga: Kemenangan Taliban di Afghanistan Bikin Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Resah

Ia menyatakan, protokol kesehatan pun diterapkan dengan ketat. "Baik ketika masuk maupun ke luar area, masyarakat tetap menggunakan masker dan cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer terlebih dahulu," katanya.

"Jika perkembangan kasus Covid-19 terus menurun atau membaik, maka bukan tidak mungkin kapasitas pengunjungnya ditambah secara bertahap," katanya. ***

 
 

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X