Viral Santri Tutup Telinga Ketika Mendengar Musik, Yenny Wahid: Jangan Gampang Beri Cap Seseorang Radikal

- 15 September 2021, 10:34 WIB
Unggahan Yenny Wahid putri Gus Dur, mengingatkan agar jangan mudah melabeli orang dengan radikal hanya karena santri penghafal Al-Qur'an menutup telinga tak ingin mendengar suara musik seperti unggahan Instagram Diaz Hendropriyono.
Unggahan Yenny Wahid putri Gus Dur, mengingatkan agar jangan mudah melabeli orang dengan radikal hanya karena santri penghafal Al-Qur'an menutup telinga tak ingin mendengar suara musik seperti unggahan Instagram Diaz Hendropriyono. /Foto: Tangkap layar Instagram @yennywahid/

GALAMEDIA - Putri dari Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid memberikan respons terkait video viral para santri yang menutup telinga ketika musik dimainkan.

Yenny Wahid pun meminta agar orang-orang tidak seenaknya memberikan cap radikal kepada para santri yang menutup telinga ketika mendengar musik.

Menurut Yenny, aksi para santri tersebut bukanlah indikator yang bisa menunjukkan bahwa mereka terpapar radikalisme. Selain itu, Yenny Wahid juga memberikan apresiasi kepada para guru santri-santri tersebut agar bisa divaksinasi.

Baca Juga: Saipul Jamil dan Gaya Baru Rambutnya Dihujat Habis-habisan, Warganet: Kambuh Lagi Deh

"Saya senang para gurunya mengatur agar mereka divaksinasi. Dengan divaksin, mereka bukan saja melindungi dirinya tetapi juga orang-orang disekelilingnya dari ancaman covid 19," kata Yenny Wahid dikutip Galamedia dari akun media sosial Instagram @yennywahid pada Rabu, 15 September 2021.

Putri Gus Dur itu pun membagikan pengalaman temannya, Gus Fatir yang mengatakan bahwa para penghafal Al Quran membutuhkan suasana tenang dan hening.

“Menghafal Quran bukan pekerjaan yang mudah. kawan baik saya, Gus Fatir belajar menghafal AlQuran sejak usia 5 th,” kata Yenny Wahid.

Baca Juga: Hummingbird (Redemption) Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini: Berikut Sinopsisnya

“Beliau mengatakan bahwa memang dibutuhkan suasana tenang dan hening agar lebih bisa berkonsentrasi dalam upaya menghafal Quran,” ungkapnya.

Ia pun menegaskan, jika para santri diprioritaskan untuk fokus pada penghafalan Al Quran dan tidak diperbolehkan mendengar musik maka itu bukan indikator bahwa mereka radikal.

Halaman:

Editor: Hj. Eli Siti Wasilah


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X