Kasus Natalius Pigai, Musni Umar: Semua Suara Kritis Dibawa ke Ranah Hukum, Bagaimana Nasib Demokrasi Kita?

- 6 Oktober 2021, 18:09 WIB
Musni Umar.
Musni Umar. /Instagram/@musni_umar

 

 

GALAMEDIA – Cuitan Komisioner Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai terkait Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbuntut panjang.

Kini Pigai terjerat kasus dugaan ucapan rasisme terhadap Jokowi dan Ganjar sebagai orang Jawa Tengah.

Atas dugaan tersebut, banyak pihak yang mengecam bahkan melaporkan Pigai ke pihak kepolisian.

Menyoroti kasus yang menjerat Pigai, Rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar mengusulkan agar kasus diselesaikan dengan pendekatan kemanusiaan.

Hal ini disampaikan Musni melalui akun Twitter pribadi @musniumar pada Selasa, 5 Oktober 2021 malam.

Baca Juga: BUMN ‘Zombie’, Pakar: Betul, di Mana Pengeluaran Lebih Banyak Daripada Pemasukan!  

“Saya usul kasus Pigai sebaiknya diselesaikan dgn pendekatan kemanusiaan,” usulnya.

Dia kemudian mempertanyakan nasib demokrasi Indonesia jika suara-suara kritis selalu dibawa ke ranah hukum.

“Kalau semua suara kritis dibawa ke ranah hukum, bagai nasib demokrasi kita?” pungkasnya.

Sebelumnya, Pigai menjadi sorotan usai membuat sebuah cuitan yang mengatakan untuk tidak percaya pada orang Jawa Tengah.

Dalam cuitannya, tokoh Papua itu secara blak-blakan menyebut nama Jokowi dan Ganjar.

“Jgn percaya org Jawa Tengah Jokowi & Ganjar,” katanya melalui Twitter @NataliusPigai2 pada Jumat, 1 Oktober 2021.

Menurutnya, mereka telah melakukan berbagai hal yang membuat masyarakat menderita, khususnya rakyat Papua.

Baca Juga: Bikin Negaranya Parah, Berikut 5 Pemimpin Terburuk Sepanjang Pandemi Covid-19, Indonesia Aman?

“Mrk merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat papua, injak2 harga diri bangsa Papua dgn kata2 rendahan Rasis, monyet & sampah. Kami bukan rendahan. kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Sy Penentang Ketidakadilan),” pungkasnya berpendapat.

Dampak cuitannya, Pigai dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) pada Senin, 4 Oktober 2021. ***

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X