Heboh Sudjiwo Tedjo Sebut Hina Tuhan Itu Bukan ‘Injak’ Alquran atau Injil, Prof Ayang: Ceramahnya Sufistik

- 6 Oktober 2021, 20:49 WIB
Budayawan Sudjiwo Tedjo. /Twitter.com/@sudjiwotedj/
Budayawan Sudjiwo Tedjo. /Twitter.com/@sudjiwotedj/ /

GALAMEDIA – Beredar rekaman suara budayawan Sudjiwo Tedjo di jejaring media sosial Twitter, yang membeberkan makna tersembunyi di balik kalimat menghina Tuhan.

Sudjiwo Tedjo memaparkan bahwa menghina Tuhan itu bukan perkara menginjak-nginjak Alquran atau Injil.

Begitupula, menurutnya, menghina Tuhan itu bukan perkara memainkan nama Nabi Muhammad SAW.

“Menghina Tuhan itu bukan menginjak-nginjak Alquran atau Injil. Bukan memain-mainkan nama Nabi Muhammad,” katanya, seperti dikutip Galamedia dari akun Twitter @man__13__, Rabu, 6 Oktober 2021.

Bahkan, ia menilai kedua definisi tersebut sebagai definisi menghina Tuhan yang paling tidak esensial jika ditinjau dari permukaannya.

Baca Juga: Said Aqil Siradj Berpotensi Jadi Ketua Umum PBNU Seumur Hidup, Tokoh NU: Please Pak Jangan Naik Lagi

Tidak hanya itu, ia juga menganggap jika kedua definisi tersebut hanya diperkarakan oleh orang-orang ber-IQ rendah.

“Itu bagi Sudjiwo Tedjo cemen. Menghina Tuhan yang paling enggak esensial, permukaan. Yang diperkarakan oleh orang-orang IQ rendah,” ungkapnya.

Baginya, hanya terdapat dua macam definisi yang dapat dikatakan sebagai definisi menghina Tuhan.

Pertama, seseorang dapat dikatakan telah menghina Tuhan jika dirinya masih merasa khawatir tidak bisa makan.

“Bagi Sudjiwo Tedjo, besok kau khawatir enggak bisa makan, itu sudah menghina Tuhan,” jelas dia.

Kedua, seseorang dapat dikatakan telah menghina Tuhan jika dirinya masih merasa khawatir tidak mendapatkan jodoh.

“Bagi Sudjiwo Tedjo, besok kau khawatir enggak dapat jodoh, itu sudah menghina Tuhan,” tegasnya.

Baca Juga: Tutup Peluang Warkopi, Indro Warkop DKI: Enggak Ada Dalam Sejarah Lawak yang Meniru Terus Sukses

Hingga berita ini dimuat, rekaman suara tersebut sudah didengarkan sebanyak hampir 6.300 kali.

Sontak, kehebohan rekaman suara berdurasi 34 detik ini pun menuai perhatian Prof. Ayang Utriza Yakin.

“Setuju Mbah Sudjiwo Tedjo. Ini ceramahnya bagus, mendalam, dan sufistik. Layak untuk direnungkan. Matur suwun Mbah,” cuitnya, seperti dikutip Galamedia, Rabu, 6 Oktober 2021. ***

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X