Biaya Tol Cibitung-Cilincing Rp10,80 Triliun Tapi Terjual Rp2 Triliun Saja, Demokrat: Sangat ‘Jenius’

- 10 Oktober 2021, 17:28 WIB
Ilustrasi Tol Cibitung-Cilincing.
Ilustrasi Tol Cibitung-Cilincing. /Antara/Fakhri Hermansyah

GALAMEDIA – Politisi Partai Demokrat, Yan Harahap turut menyoroti terjualnya ruas Tol Cibitung-Cilincing seharga Rp2,44 triliun.

Diketahui, PT Waskita Karya (Persero) Tbk berhasil melakukan transaksi divestasi melalui anak usaha PT Waskita Toll Road (WTR) dengan PT Akses Pelabuhan Indonesia (PT API) atas jual beli ruas Tol Cibitung-Cilincing.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ratna Ningrum menytakaba sebelum transaksi ini dilaksanakan, WTR merupakan pemegang saham PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTPPT) dengan kepemilikan sebesar 55 persen. Sementara PT API memiliki kepemilikan saham sebesar 45 persen.

“Jadi dengan tercapainya transaksi divestasi ini, PT API menjadi pemegang saham CTPPT secara menyeluruh,” ujar Ratna dalam keterangan Kamis, 7 Oktober 2021.

Melalui penjualan ini, Wastkita Karya memperoleh keuntungan dan dapat mengurangi utang atau kewajiban untuk memperbaiki kesehatan keuangan Perseroan.

Baca Juga: Alhamdulillah, Kampung Cigumentong di Sumedang Tak Lagi Gelap Gulita

Nilai transaksi divestasi ini mencapai Rp2,44 triliun, setara dengan 1,96x Price to Book Value (PBV).

Angka tersebut diperkirakan dapat mengurangi beban utang melalui dekonsolidasian hingga Rp5,82 triliun.

Menanggapi ini, Yan Harahap heran dengan pemerintahan saat ini. Sebab, menurutnya data yang ada, pembangunan tol tersebut memakan biaya sebesar Rp10,80 triliun.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X