Banjir Bandang, Mantan Anggota DPRD Desak Polda Usut Tuntas Terjadi Ahli Fungsi Lahan

- 30 November 2021, 17:04 WIB
Warga tengah membersihkan sisa  banjir bandang   di Kecamatan Karang Tengah dan Sukawening Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Warga tengah membersihkan sisa banjir bandang di Kecamatan Karang Tengah dan Sukawening Kabupaten Garut, Jawa Barat. /Robi Taufik Akbar/Galamedia/

GALAMEDIA - Mantan Anggota DPRD Garut periode 2019-2014, Endang Kahfi menilai kejadian banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Karang Tengah dan Sukawening Kabupaten Garut, Jawa Barat selain curah hujan yang sangT tinggi, kejadian hebat yang meluluh lantahkan terjadi akibat adanya ahli fungsi lahan serta kerusakan hutan.

"Wagub Jabar jelas sudah menyatakan adanya ahli fungsi lahan. Nah, sekarang Polda Jabar harus segera bergerak dan menangkap pelaku ahli fungsi lahan tersebut," ujar Endang Kahfi, Selasa, 30 November 2021.

Dikatakan Endang Kahfi yang pernah menjabat dua periode di DPRD Garut, perlakuan hukum harus ditegakan sekalipun pejabat Garut yang melakukan ahli fungsi lahan, sama halnya terjadi dengan banjir bandang yang terjadi pada tahun 2016 silam.

Baca Juga: Pemerintah Berencana Jual Aset DKI Rp1.000 T untuk Ibu Kota Baru, HNW: UU IKN Belum Ada, Kok Bicara Aset DKI?

"Tahun 2016 terjadi banjir bandang, Polda Jabar menjerat pelaku usaha wisata yang ada di Kecamatan Pasirwangi mendekam di penjara. Jangan sampai tebang pilih," tegasnya.

Bahkan menurut Endang Kahfi, beredar ada lahan tanah tepatnya di Kampung Patrol, Kecamatan Karang Tengah, ada bangunan megah dan mirip dengan pabrik di atas lahan tanah.

Baca Juga: Tendang Song Hye Kyo, Ini 10 Aktris Korea Tercantik Pilihan Penggemar, Urutan Terakhir hanya Raih 1262 Poin!

"Polda harus menyelidiki kearah sana, apakah lahan tanah tersebut ada terjadi alih fungsi lahan dan menjadi penyebab terjadinya banjir bandang," ucap Endang.

Kejadian banjir bandang terjadi pada Sabtu (27 November 2021). Air bercampur tanah langsung merendam rumah milik warga serta insfratruktur lainnya.***

Editor: Dicky Aditya


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network