NFT Bisa Buka Peluang Baru, Pakar dari UI Ungkap Risiko Digital yang Mengintainya

- 14 Januari 2022, 19:41 WIB
NFT (Non Fungible Token). /pixabay.com
NFT (Non Fungible Token). /pixabay.com /

GALAMEDIA - Pakar Budaya dan Komunikasi Digital Universitas Indonesia (UI), Dr Firman Kurniawan mengatakan kehadiran Non-Fungible Token atau NFT selain membuka peluang berkreasi baru di ranah digital, juga tak lepas dari risiko digital yang mengintai di belakangnya.

Dikutip dari Antara, Jumat, 14 Januari 2022, Firman mengatakan ketika berbicara tentang blockchain, NFT, crypto adalah tentang informasi dan nilai yang diberikan pada informasi tersebut.

Apakah jejaring mengapresiasi informasi yang diproduksi dan distribusi seseorang dengan nilai tinggi sehingga patut diteruskan, atau nilai yang tak penting sehingga patut diabaikan, sangat dipengaruhi oleh penilaian masyarakat dalam jejaring.

"Hal apa yang harus diantispasi ketika budaya manusia telah berupa sehingga seperti itu: informasi adalah komoditas yang berharga. Sesuatu yang tampak tak penting di dunia nyata, misalnya foto diri yang kita pajang tanpa tujuan tertentu, bisa punya nilai menakjubkan ketika didistribusikan di ruang dan waktu baru, semesta digital," kata Firman.

Baca Juga: Gempa Bumi Guncang Banten Selatan, BMKG Berikan Penjelasan

"Keadaan di atas di satu sisi menciptakan peluang baru dalam penciptaan nilai. Baik nilai ekonomi, sosial, politik dan budaya. Ini pada gilirannya memberikan kesempatan menciptakan ruang-ruang kreasi baru. Namun di satu lain, informasi yang jadi berharga bisa jadi ancaman keamanan baru bagi seseorang. Bukankah sesuatu yang bernilai, menimbulkan kompetisi legal maupun ilegal untuk menguasainya?" imbuhnya.

Menilik fenomena Ghozali Ghozalu yang menjadi viral karena kebiasaannya melakukan swafoto dan diunggah di marketplace NFT, OpenSea, Firman mengatakan hal itu menjadi sebuah contoh dimana swafoto yang di dunia nyata mungkin tak memiliki nilai, namun ketika diedarkan di semesta digital menjadi bernilai.

"Sebab foto diri tadi adalah data, yang ketika diolah secara sistematis akan menjadi informasi, dan informasi yang digabungkan dengan informasi lain akan menjadi pengetahuan," kata dia.

Ia melanjutkan, pada ruang dan waktu di semesta digital, nilai pada konten (informasi) digital, misalnya NFT atau cryptocurrency, proses pemberian dan pengakuan nilai oleh jejaring berjalan lebih masif.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X