Banyak BUMN Rapor Merah, Anggota Banggar DPR RI: Ini Jadi Beban APBN di Masa Mendatang

- 22 Mei 2022, 20:00 WIB
Anggota Banggar DPR RI Mulyadi dalam acara diskusi Kerjasama JMSI Jabat Dengan ISEI yang bertajuk "Transparansi Pengelolaan Negara: Problem Utang Luar Negeri BUMN dan Pembiayaan Infrastruktur dalam APBN" di Jalan Maskumambang No 39 Kota Bandung, Sabtu, 21 Mei 2022.
Anggota Banggar DPR RI Mulyadi dalam acara diskusi Kerjasama JMSI Jabat Dengan ISEI yang bertajuk "Transparansi Pengelolaan Negara: Problem Utang Luar Negeri BUMN dan Pembiayaan Infrastruktur dalam APBN" di Jalan Maskumambang No 39 Kota Bandung, Sabtu, 21 Mei 2022. /

 

GALAMEDIA - Berita soal rapor merah kinerja emiten Badan Usa Milik Negara (BUMN) sering muncul di media meski kemudian menguap begitu saja seiring waktu.

Malah sejak tahun 2015 pemerintah secara besar-besaran memberikan modal kepada sejumlah Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. Melalui Penanaman Modal Negara , BUMN diharapkan mampu meningkatkan perannya sebagai agen pembangunan yang aktif dalam mendukung program prioritas nasional.

Namun sayang, meski sudah dapat suntikan dana, tetap saja kinerja keuangan sejumlah BUMN masih buruk.

Diungkapkan Anggota Banggar DPR RI, Mulyadi, meski terbukti tidak efektif, negara seperti tak kapok melakukaan pola penyuntikan PNM tersebut.

"Saat ini banyak BUMN rapornya merah tapi masih gampang saja pemerintah meloloskan usulan PNM," kata Mulyadi dalam acara diskusi Kerjasama JMSI Jabat Dengan ISEI yang bertajuk "Transparansi Pengelolaan Negara: Problem Utang Luar Negeri BUMN dan Pembiayaan Infrastruktur dalam APBN" di Jalan Maskumambang No 39 Kota Bandung, Sabtu, 21 Mei 2022.

Baca Juga: Siapa Suami Maudy Ayunda? Ini Bocoran Sosok Pria yang Menikahi Maudy Ayunda Hari Ini

Seharusnya, kata dia, pemerintah lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan negara.

Mulyadi khawatir hal itu membuat beban APBN makin berat. Apalagi, selama ini pemerintah tampak nyaman dengan konsep defisit manajemen.

"Ini akan jadi beban APBN di masa yang akan datang," ujarnya.

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x