SBMPTN 2022, Jumlah Pendaftar Program KIP Meningkat dari Tahun 2021

- 23 Juni 2022, 18:11 WIB
Sejumlah peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Kampus Universitas Siliwangi (Unsil), Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu, 18 Mei 2022.
Sejumlah peserta mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Kampus Universitas Siliwangi (Unsil), Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu, 18 Mei 2022. /Antara/Adeng Bustomi/

 

GALAMEDIA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengatakan jumlah pendaftar Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada 2022 yakni sebanyak 226.955 orang dibanding tahun lalu sebanyak 198.281 orang.

“KIP Kuliah berdasarkan nilai potensi akademiknya, jadi ada anak-anak tidak diterima KIP bukan apa-apa tapi tidak masuk peringkat," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) Nizam dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil Seleksi Jalur SBMPTN Tahun 2022 di Gedung D Kemdikbudristek di Jakarta, Kamis, 23 Juni 2022.

Nizam mengatakan minat peserta KIP Kuliah meningkat karena beasiswa KIP Kuliah disesuaikan dengan biaya pendidikan berdasarkan program studi dan biaya hidup di tiap daerah sehingga meningkatkan kepercayaan diri para peserta untuk mendaftar KIP Kuliah.

Faktor lain adalah anggaran pemerintah yang dialokasikan untuk KIP Kuliah meningkat sehingga memperluas kesempatan bagi lebih banyak peserta untuk mendaftar.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Series Indonesia dengan Alur Cerita Seru dan Menarik

Kemdikbudristek menaikkan anggaran KIP Kuliah Tahun 2021 menjadi Rp2,5 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,3 triliun.

Berdasarkan hasil seleksi jalur SBMPTN 2022, 10 provinsi peserta KIP Kuliah diterima terbanyak adalah Jawa Timur sebanyak 9.679 orang, Sumatera Utara sebanyak 6.296 orang, Jawa Tengah sebanyak 5.661 orang, Jawa Barat sebanyak 4.271 orang, dan Sumatera Barat sebanyak 4.014 orang.

Kemudian, ada Nusa Tenggara Timur sebanyak 3.809 orang, Sulawesi Selatan sebanyak 3.698 orang, Aceh sebanyak 3.105 orang, Sulawesi Tenggara sebanyak 2.188 orang, serta Lampung sebanyak 2.056 orang.

Baca Juga: Nikita Laporkan Penyidik Polres Serang Kota ke Propam, Kabag Penum: Sudah Laksanakan Tugas dengan Benar

Halaman:

Editor: Dicky Aditya


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x