Dinilai Terbukti Melakukan Perbuatan Makar, Tiga Jenderal NII Divonis 1,6 hingga 4,6 Tahun Penjara

- 23 Juni 2022, 20:01 WIB
Tiga jenderal NII saat mengikuti persidangan dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Neger (PN) Garut, Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis 23 Juni 2022.
Tiga jenderal NII saat mengikuti persidangan dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Neger (PN) Garut, Jalan Merdeka, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Kamis 23 Juni 2022. /Agus Somantri/Galamedia/

GALAMEDIA- Setelah sempat beberapa kali mengalami penundaan, sidang pembacaan putusan terhadap tiga jenderal Negara Islam Indonesia (NII) akhirnya digelar di Pengadilan Negeri (PN) Garut, Kamis 23 Juni 2022.

Dengan berbagai pertimbangan, majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Haris Tewa memvonis ketiga warga Kecamatan Pasirwangi itu dengan hukuman berbeda.

Dua jenderal NII masing-masing Sodikin dan Jajang, divonis 4,6 tahun penjara, sedangkan seorang jenderal NII lainnya, Ujer, hanya divonis 1,6 tahun.

Baca Juga: Kelompok Khilafatul Muslimin Kota Cimahi dan KBB Meminta Maaf, Kembali ke Pangkuan NKRI

"Telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan makar dan menghina lambang negara," ujar Haris Tewa dalam persidangan, Kamis 23 Juni 2022.

Majelis hakim menganggap ketiganya melanggar Pasal 110 KUHP Tentang Makar dan Pasal 66 Juncto Pasal 24 UU RI Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Penghinaan Lambang Negara sebagaimana dalam dakwaan primer. Oleh karena itu, terhadap terdakwa Jajang Koswara dan terdakwa Sodikin alias Odik, masing-masing dijatuhi hukuman selama empat tahun dan enam bulan.

"Dan terdakwa Ujer Danuari dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan," ucapnya.

Baca Juga: Dukung Pengembangan UMKM, PLN Salurkan Bantuan Pelatihan kepada Produsen Opak

Pikir-pikir
Sementara itu, menanggapi vonis yang dijatuhkan majelis hakim PN Garut kepada kliennya, kuasa hukum para terdakwa, Rega Gunawan, menyatakan pihaknya akan pikir-pikir dulu apakah akan menerima atau mengajukan banding.

"Terkait langkah hukum selanjutnya yang akan ditempuh, kami akan pikir-pikir dulu apakah menerima atau banding atas putusan majelis hakim tersebut," katanya.

Halaman:

Editor: Dicky Mawardi


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x