SMAN 4 Bandung Ikut Andil Sukseskan Timnas Pelajar U-15

- 7 November 2019, 12:31 WIB

KABAR membanggakan datang dari Timnas Pelajar U-15 binaan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Bandung yang sukses menjuarai "Bandung International Football Championship" di SMAN 4 Bandung.

Timnas Pelajar U-15 yang diperkuat 13 siswa itu, berhasil menyabet juara I setelah mengalahkan tim Korea Selatan, Cina, Taiwan, Jepang, Malaysia, dan Taiwan pada 19 - 27 Oktober 2019. Tim ini merupakan hasil seleksi nasional dari berbagai daerah, di antaranya Aceh, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku Utara, NTB, Papua, dan Papua Barat.

Kesuksesan Timnas Pelajar U-15 ini tentu tidak diraih dengan mudah. Perjuangan dan latihan panjang mesti dilewati seluruh pemain. Salah seorang pemain, Richardo Kaka Izecson Youwe bercerita, ia dan rekan-rekannya mengikuti latihan setiap hari pukul 06.00 WIB.

"Latihan sesi pertama selesai pukul 09.00 WIB dan dilanjutkan sesi berikutnya pada sore hari. Nah, pada jam di antara dua sesi latihan itu kami gunakan untuk belajar," ungkap Youwe saat diwawancarai di SMAN 4 Bandung, Jln. Gardujati, Kota Bandung, Selasa (5/11/2019).

Sedangkan pada Sabtu, lanjut Youwe, ia belajar di sekolah bersama teman-temannya yang lain. Timnas Pelajar U-15 ini, terdiri dari 16 siswa yang duduk di kelas X dan 4 lainnya masih menempuh pendidikan di SMPN 51 Bandung.

Manajer Timnas Pelajar U-15, Ray Manurung mengungkapkan, tim ini dibentuk untuk mengikuti turnamen sepak bola internasional khusus untuk anak muda atau yang dikenal dengan ajang IberCup.

Bahkan, di turnamen yang digelar di Portugal tahun ini, Timnas Pelajar U-25 berhasil menduduki peringkat ketiga dan mendapatkan tiket untuk berlaga di IberCupElite. Kompetisi yang akan diikuti klub-klub profesional dunia tersebut, akan digelar di Portugal pada April 2020.

"Anak-anak fokus tinggal di asrama yang disediakan di Bandung. Mereka akan mendapat serangkaian program latihan. Tidak hanya dilatih untuk IberCup Elite, mereka juga disiapkan menjadi pemain bola profesional," ujarnya.

Ray menyatakan, ia ingin anak-anak tidak hanya berlatih, tapi juga mendapatkan pendidikan yang cukup di sekolah. Kecerdasan pemain tentu menentukan kecerdikan pemain di lapangan. Berkaca dari ilmu sepak bola di Eropa, permainan bola kental dengan taktik strategi.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X