Wargai Kecamatan Baleendah Mulai Waspada Ancaman Banjir

- 7 November 2019, 16:45 WIB

JELANG musim hujan tahun ini, masyarakat yang menjadi langganan korban banjir di Kelurahan Andir dan Baleendah, Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung mulai mewaspadai ancaman banjir luapan Sungai Citarum dan anak Sungai Cisunggalah. Mengingat dalam beberapa hari terakhir ini mulai turun hujan.

Camat Baleendah Drs. H. Meman Nurjaman mengatakan, saat ini pihaknya sudah mulai waspada dan mempersiapkan diri. "Kesiapan kami sesuai dengan tufoksi dan kewenangan yang ada di wilayah," kata Meman kepada galamedianews.com di Gedung DPRD Kabupaten Bandung di Soreang, Kamis (7/11/2019).

Pihaknya kata Meman, sudah melaksanakan operasi bersih, baik itu sampah-sampah liar yang berpotensi menyumbat di saluran drainase. Kemudian membersihkan saluran air yang mengalir ke kolam retensi Cieunteung Baleendah, selain ke aliran Sungai Cisangkuy dan Sungai Citarum.

"Kita membersihkan sampah yang ada di kewilayahan," katanya.

Sebetulnya, kata Meman, yang paling signifikan yang diharapkan itu program kegiatan yang dilaksanakan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) dapat segera diselesaikan. Di antaranya pengerukan Sungai Citarum dan anak-anak sungai, penyodetan Sungai Cisangkuy.

"Harapan lainnya peninggian tanggul Sungai Cisangkuy, supaya air tidak meluap ke permukiman warga," katanya.

Hal lain yang paling signifikan dalam penanggulangan ancaman banjir itu, lanjut Meman, percepatan operasionalnya pembangunan terowongan air Sungai Citarum di Curug Jompong Margaasih.

"Pembuatan terowongan air minta segera dituntaskan, karena masyarakat berharap, selesai kegiatan BBWSC tersebut akan mengurangi ketinggian genangan air di Baleendah, Dayeuhkolot maupun Bojongsoang," tuturnya.

Jika terowongan air itu segera difungsikan, katanya, mungkin tidak akan menghilangkan 100 persen ancaman banjir. Tetapi paling tidak dapat mengurangi dan menurunkan genangan air.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

X