Lulusan SMK dan PT Dominasi Pengangguran di Kota Bandung

- 7 November 2019, 17:33 WIB

MESKI angka pengguran mengalami penurunan, lulusan SMK dan perguruan tinggi masih mendominasi pengangguran di Kota Bandung. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung, jumlah pengangguran yang berasal dari lulusan perguruan tinggi sebanyak 24.330 orang dan lulusan SMK dengan 24.220 orang.

"Data itu menunjukkan walaupun lulusan kejuruan, tapi belum siap terjun langsung ke dunia usaha atau lapangan kerja. Link and match, artinya lulusan tidak sesuai dengan pangsa pasar," ungkap Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bandung, Marsana di Balai Kota Bandung, Jln. Wastukancana, Kota Bandung, Kamis (7/11/2019).

Melihat perkembangan tersebut, pihaknya akan mengumpulkan SMK dan perguruan tinggi, agar mulai bisa membaca pasar. Ia pun mengimbau lembaga pendidikan membentuk bursa kerja khusus, agar bisa bekerjasama dengan perusahaan penerima tenaga kerja.

"Kita upayakan hal tersebut, untuk SMK Kota Bandung sudah ada 60 sekolah yang mulai bekerja sama dengan industri di Karawang dan Bekasi. Termasuk mendorong dinas pendidikan untuk membuat kurikulum (berbasis ketenagakerjaan) tersebut," tuturnya.

Dikatakannya Disnaker Kota Bandung juga memfasilitasi penempatan kerja dengan aplikasi BIMMA (Bandung Integrated Mainpower Manajemen Application), yang menjadi andalan meliputi pelatihan kerja dan bursa kerja.

Dalam aplikasi tersebut, lanjutnya, ada ribuan lowongan pekerjaan yang disediakan. Para pencari kerja bisa melamar secara online yang dapat dilihat syarat dan ketentuannya agar lebih mudah.

"Yang jadi masalah saat ini, pengangguran yang kena PHK tetapi usia kerjanya sudah lewat. Kami beri kegiatan yang disesuaikan walau pun sementara berupa padat karya, diberikan pekerjaan ringan dan diberi upah atau honor," terangnya.

Sementara Kepala Disnaker Kota Bandung, Arief Syaifudin mengatakan angka pengangguran di Kota Bandung mengalami penurunan dan melebihi target RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2018-2023, yakni 8,2 persen. Pada 2018 angka pengangguran tercatat 8,44 persen, tahun ini turun menjadi 8,01 persen.

Walau sudah melampaui target, pihaknya tidak akan berpuas diri. Pasalnya angka pengangguran tersebut berjalan dinamis atau tidak statis, sehingga bisa saja bertambah.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X