Pratikno : Perampingan Eselon Tidak Berkaitan dengan Pengurangan Penurunan Pangkat

- 7 November 2019, 20:37 WIB

MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan, perampingan eselon yang disampaikan Presiden Joko Widodo di MPR usai dilantik tidak berkaitan dengan pengurangan pegawai maupun penurunan pangkat Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Sebetulnya ini bagian penting dari sebuah program strategis Presiden, yakni deregulasi dan debirokratisasi. Ini berkaitan dengan rentang pengambilan keputusan. Jadi bagaimana rentang pengambilan keputusan itu diperpendek," kata Pratikno di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/11/2019).

Penjelasan Pratikno yang dirilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden ini menyebutkan bahwa perampingan eselon tersebut dimaksudkan untuk mengurangi rentang pengambilan keputusan sehingga pemerintah dapat bergerak dengan cepat.

Perampingan eselon sebagaimana yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidato awal masa jabatan usai dilantik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10) merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk melaksanakan reformasi birokrasi.

Selama ini, tingkatan eselon yang cukup banyak seringkali menjadikan instruksi pimpinan harus terlebih dahulu melewati rantai birokrasi yang panjang.

Optimalisasi terhadap hal tersebut merupakan tujuan utama dari ide perampingan eselon itu.

Mensesneg juga menegaskan perampingan eselon tidak perlu menjadi kekhawatiran berlebih bagi para aparatur negara, sebab ide tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan pengurangan pegawai, penurunan pangkat, berkurangnya ruang kenaikan pangkat, apalagi sampai kepada berkurangnya penghasilan.

"Idenya sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengurangan pegawai, penurunan pangkat, ruang kenaikan pangkat jadi berkurang, apalagi pengurangan penghasilan. Sama sekali tidak berkaitan dengan itu," ujarnya.

Sebaliknya, perampingan eselon justru membuka peluang seluas-luasnya bagi para ASN untuk menempati jabatan fungsional.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X