Banyak Masalah, DPRD Kabupaten Bandung Bentuk Pansus Pilkades Serentak

- 11 November 2019, 12:33 WIB
Ketua Pansus Pilkades DPRD Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar (kiri), saat menerima keluhan dugaan kecurangan Pilkades di Desa Babakan, Ciparay, dari calon kades, Dadang Khaliludin, di DPRD Kabupaten Bandung, Senin (11/11/2019).

DPRD Kabupaten Bandung membentuk panitia khusus (Pansus) pemilihan kepala desa (Pilkades) untuk menampung semua permasalahan selama Pilkades serentak pada Sabtu (26/10/2019). Pansus akan menelusuri adanya puluhan laporan yang masuk ke DPRD Kabupaten Bandung.

"Permasalahan yang muncul selama Pilkades di antaranya di Desa Babakan, Kecamatan Ciparay, akibat banyaknya kartu suara yang tak sah," kata Ketua Pansus Pilkades DPRD Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar, di ruang kerjanya, Senin (11/11/2019).

Pewarta PR, Sarnapi melaporkan, kesalahan itu akibat desain kartu suara yang berbentuk vertikal bukan horisontal.

"Sehingga kalau ada yang coblos akan tembus ke bagian lainnya sehingga dinyatakan tak sah. Akhirnya disepakati coblosan sah bila tak kena gambar dua calon kades," ujarnya.

Permasalahan lain yang masuk soal daftar pemilih tetap (DPT), batas waktu pencoblosan, dan lain-lain.

"Permasalahan pada aturan yang masih multitafsir sehingga akhirnya panitia Pilkades memutuskan hal yang kurang benar," katanya.

Cecep menambahkan, permasalahan datang juga dari kesalahan manusiawi (human eror) misalnya saat seleksi bakal calon kepala desa.

"Misalnya karena intimidasi sehingga akhirnya bakal calon diluluskan karena panitia merasa tertekan," tuturnya.

Pansus Pilkades akan bekerja sampai menjelang proses pelantikan kades terpilih.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X