Seperti 'Gas Melon', Daun Pisang Pun Kini Mulai Langka

- 11 November 2019, 16:29 WIB

SIAPA yang mengira daun pisang pun bisa langka seperti gas elpiji 3 kilogram. Ibu rumah tangga maupun pedagang makanan yang sangat bergantung pada daun pisang dibuat kelimpungan dengan "menghilangnya" daun yang berfungsi sebagai pembungkus makanan tradisional tersebut.

Pedagang yang terpengaruh dengan kelangkaan daun pisang seperti penjual lontong, ketoprak sampai perajin tempe. Pedagang ketoprak dan kupat menyiasatinya dan mengganti daun pisang dengan daun kelapa.

"Hampir sebulan ini susah mendapatkan daun pisang. Kalaupun ada harganya mahal juga daunnya kecil dan banyak sobek," kata Maman pedagang ketoprak keliling di Padalarang, Senin (11/11/2019).

Sebagai gantinya, pria berusia 31 ini mengganti daun pisang dengan daun kelapa. Bentuknya yang biasa menyerupai lontong (panjang) sekarang berbentuk ketupat.

Ia mengaku tidak mengetahui penyebab kelangkaan daun pisang. Selama ini belum pernah sampai sesulit ini mendapatkan daun pisang.

"Di pasar-pasar tradisional nyaris enggak ada. Kalau pun ada mahal, biasanya Rp 3.000 per kompet atau per ikat sekarang Rp 8.000 per kompet. Itupun daunnya kurang lebar juga sobek-sobek," keluh Maman.

Keluhan serupa disampaikan perajin tempe. Sejak daun pisang sulit didapat dan harganya naik lebih dari 100 persen mulai jarang memproduksi tempe dengan bungkus daun pisang.

"Sekarang lebih banyak membuat tempe dibungkus dengan plastik ketimbang daun. Biasanya 60 persen bungkus plastik dan sisanya daun. Sekarang, kalau dipresentasikan mungkin hanya 10-20 persen pakai bungkus daun," kata Tarno, perajin tempe.

Ia mengatakan, biasanya dikirim setiap hari oleh pemasok daun pisang. Namun sekarang, tidak dikirim setiap hari terkadang dua hari sekali.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X