Serikat Ekonomi Pesantren Bergerak Menjawab Tantangan Global

- 12 November 2019, 18:37 WIB
Deklarasi Serikat Ekonomi Pesantren di Ponpes Idrisiyah, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (12/11/2019).

PESANTREN sudah saatnya menjadi lokomotif dalam mengembangkan ekonomi umat. Karena faktanya masih banyak saudara sesama muslim yang hidup dalam kemiskinan. Jihad di bidang ekonomi menjadi sangat relevan dilakukan saat ini.

Itulah yang menjadi ruh dari bersatunya ratusan pesantren di Jawa Barat untuk mendeklarasikan Serikat Ekonomi Pesantren (SEP) di Pondok Pesantren Idrisiyah Pagendingan, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (12/11/2019).

Deklarasi tersebut diinisiasi oleh Pesantren Idrisiyah, Al-Itifaq, Darut Tauhid dan Husnul Khatimah yang merupakan pesantren percontohan di bidang pengembangan ekonomi di Jawa Barat.

Deklarasi SEP dihadiri oleh Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM, H. Rully Indrawan, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Wakil Ketua DPRD Jabar H. Oleh Soleh, Kepala Dinas KUKM Jabar Kusmana Hartadji, dan sejumlah pejabat dari Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua Divisi Ekonomi Pesantren Idrisiyah, Ahmad Tazzaka Bonanza yang juga deklarator SEP mengatakan, umat Islam khususnya pesantren memiliki potensi yang besar dalam membangun ekonomi umat. Hanya saja potensi itu masih belum tergali dan hanya beberapa pesantren saja yang bisa bangkit dan mengembangkan ekonomi umat.

"Kami semua sepakat untuk berhimpun dan menyamakan tekad untuk bergerak di bidang ekonomi. Ruhnya satu, bagaimana ekonomi umat bisa maju dan pesantren menjadi motor penggeraknya," tutur Ahmad.

Ia menyebutkan, saat ini Pemprov Jabar sudah membuat program yang luar biasa dalam menghidupkan gerakan ekonomi pesantren melalui program one pesantren one produk (OPOP). Karena ada lebih dari 1.000 pesantren di Jabar yang terpilih untuk ikut program tersebut.

"Bayangkan saja, ada 1.074 pesantren di Jabar yang ikut program OPOP dan memiliki sektor usaha yang berbeda-beda. Ini harus disatukan dalam sebuah wadah agar menjadi kekuatan besar," ucapnya.

SEP, kata dia menjadi rumah ekonomi bersama semua pesantren yang tujuannya untuk membangun ekonomi umat. Pesantren tidak hanya menjadi produsen saja tetapi juga bisa menjadi pemilik usaha yang diakhir tahun bisa mendapatkan keuntungan.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X