SMKN 1 Bandung Dukung Penuh Kegiatan Ekstrakurikuler

- 14 November 2019, 19:49 WIB

SEKOLAH Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Bandung mendukung penuh setiap siswa untuk mengembangkan diri melalui kegiatan ekstrakurikuler. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya pendanaan dan penyediaan fasilitas dari sekolah sebagai pendukung berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Bandung, Rahmat Riyadi mengatakan, sekolah mempersiapkan sarana pendukung itu sebelum memasuki kegiatan belajar mengajar (KBM), terutama yang berkenaan dengan anggaran yang dibutuhkan ekstrakurikuler.

"Terlebih, sekolah kami termasuk yang memiliki ekskul terbanyak di Kota Bandung, yaitu 22 ekstrakurikuler ditambah 3 komunitas siswa," ujar Rahmat saat ditemui di sekolah, Rabu (13/11/2019).

Rahmat mengatakan, anggaran yang sudah diprogramkan oleh sekolah untuk mempersiapkan setiap ekstrakurikuler berpartisipasi dalam kompetisi. Berbagai keperluan dalam komunitas dan ekstrakurikuler sudah diprogramkan sejak awal semester sehingga siswa tidak perlu memikirkan pendanaan.

"Namun, dalam program ini kami membatasi kuota perlombaan yang dapat diikuti. Misalnya, ekskul Taekwondo diberikan jatah 3 kali untuk mengikuti kompetisi skala besar. Demikian juga dengan ekstrakurikuler lainnya," ujarnya dalam laman disdik.jabarprov.go.id.

Apabila mereka mengikuti perlombaan di luar jadwal sekolah, bukan berarti tidak akan didukung pihak sekolah. Bentuk dukungan tetap ada, tapi berupa motivasi dan pelatihan. Kendati demikian, kata Rahmat, biasanya siswa berinisiatif mencari pendanaan swadaya seperti menggunakan iuaran pribadi dan uang kas yang dimiliki.

Selain pendanaan, sekolah juga menyiapkan sarana pendukung berupa aula kesenian, ruangan ekstrakurikuler, lapangan, pendopo, dan kelas-kelas yang bisa digunakan menjadi tempat pelatihan. Tidak hanya itu, sekolah juga turut mengapresiasi setiap prestasi yang diraih oleh siswa-siswanya.

Bentuk apresiasi tersebut berupa beasiswa atau pengurangan biaya SPP di beberapa bulannya yang diperuntukkan bagi mereka yang memenangkan kejuaraan.

"Tetapi kami baru bisa mengapresiasi siswa dengan penghargaan minimal juara 3 di tingkat kota untuk kategori individu. Kami tetap memberikan reward asalkan itu memberikan kebanggaan untuk sekolah," ujar Rahmat.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X