Kemenag Dorong Madrasah Goes to Digital

- 15 November 2019, 14:12 WIB

DIREKTORAT Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Kementerian Agama RI menggalakkan akselerasi program Digitalisasi Madrasah. Tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga diharapkan dukungan dari pihak pengusaha.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Drs H. Abudin, M.Ag mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan perhatian penuh melalui beragam program yang dikemas untuk menumbuhkan semangat digitalisasi di tengah para pelajar. Hal ini sejalan dengan visi Kementerian Agama RI untuk mewujudkan Madrasah Goes to Digital.

"Termasuk di dalamnya penyaluran perangkat internet berkecepatan tinggi kepada Madrasah Aliyah. Kami berharap ke depannya, program ini bisa menjangkau seluruh Madrasah Aliyah yang tersebar di Jabar," katanya di Gedung BKM Jabar, Jumat (15/11).

Abudin menyebut, sudah ada 650 madrasah negeri dan swasta yang menerapkan digitalisasi. Ditargetkan jumlah tersebut bertambah mencapai 1.300 madrasah negeri dan swasta yang akan menerapkan digitalisasi sampai dengan akhir tahun 2019.

Dari cakupan daerah atau lokasi madrasah yang sudah melaksanakan program Madrasah 4.0, lanjutnya, sampai saat ini sudah menjangkau madrasah yang berada di 27 kota/kabupaten. Sebagian besar di antaranya mendapatkan dukungan akses data melalui Gerakan Donasi Kuota oleh XL Axiata.

Maka dari itu, pihaknya mengapresiasi XL Axiata yang terus memperluas penyaluran donasi kuota data ke ratusan madrasah aliyah di berbagai daerah. "Kami berterima kasih dukungan XL Axiata juga menghadirkan serangkaian program pendidikan dan pengembangan karakter berbasis digital di tingkat madrasah aliyah di Jabar," ujarnya.

Adapun untuk di Jabar, donasi disalurkan kepada 70 madrasah aliyah yang berada di 20 kabupaten/kota yaitu Ciamis, Bandung, Bandung Barat, Bekasi, Cianjur, Cirebon, Indramayu, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kabupaten Kuningan, Tasikmalaya, Kuningan, Bogor, Majalengka, Purwakarta, Subang, Sukabumi, dan Garut.

"Saat ini pemerintah terus menyempurnakan kurikulum pendidikan yang peka terhadap perkembangan teknologi digital. Upaya ini diharapkan mendapatkan dukungan penuh dari kepala sekolah dan guru-guru untuk mengubah metode pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini," jelasnya.

Head Trade and Channel Central Region XL Axiata, Andi Fitri Wardhani mengatakan bahwa internet cepat telah menjadi kebutuhan dasar di setiap lembaga pendidikan di Indonesia, termasuk di madrasah aliyah yang pengelolaanya di bawah Kementerian Agama dengan kurikulum yang lebih menekankan pada pendidikan berbasis agama Islam.

Halaman:

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X