Target Retribusi Tak Tercapai, Legislator : Mesin Parkir Tak Optimal!

- 15 November 2019, 18:48 WIB
Mesin parkir di salah satu sudut Kota Bandung.

KOMISI B DPRD Kota Bandung menilai perlunya evaluasi terhadap pendapatan retribusi parkir. Pasalnya tahun ini realisasi retribusi parkir di Kota Bandung yang ditargetkan Rp 72 miliar, baru tercapai Rp 8 miliar atau hanya 11 persen.

"Jadi target ini tidak tercapai karena banyak faktor, apakah teknis atau non teknis. Kalau teknis, kita lihat hasil kajian sebelumnya, begitu banyak yang dijanjikan melalui hasil kajian tersebut, ternyata meleset," ungkap Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, Uung Tanuwidjaya di Gedung DPRD Kota Bandung, Jln. Sukabumi, Jumat (15/11/2019).

Menurutnya jika hasil kajian yang dibuat objektif, maka seharusnya 70 persen dari target yang dicanangkan bisa tercapai. Oleh karena itu, DPRD perlu duduk bersama Pemerintah Kota Bandung untuk membahas hal tersebut.

"Kita sama-sama bahas, apakah akan menggeser target di tahun berikutnya atau bagaimana. Karena kami yakin hasil kajian tidak mungkin dibuat asal-asalan," ujarnya.

Disinggung belum optimalnya mesin parkir, Uung menilai kontribusi dari mesin parkir tidak maksimal. Bahkan bila dibandingkan Jakarta dan Palembang, pengoperasian mesin parkir di Bandung seolah berjalan stagnan.

Lebih jauh, biaya pemeliharaan lebih tinggi dibandingkan pendapatan yang dihasilkan oleh mesin parkir tersebut.
"Saya kira terlalu terburu-buru mesin parkir seperti ini. Seharusnya disesuaikan dahulu dengan kemampuan kita mengoperasikannya," ucapnya.

Uung menerangkan, belum optimalnya mesin parkir menjadi tanggung jawab sepenuhnya dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung. Mengingat mereka yang mengoperasikan petugas, operator, dan mesin parkir, termasuk mensosialisasikannya kepada masyarakat.

Sosialisasi tersebut, yakni mendorong masyarakat untuk tidak membayar secara manual, di lokasi yang terdapat mesin parkir.

"Sosialisasi mesin parkir harus masif. Saya yakin banyak masyarakat yang belum mengetahui cara menggunakan mesin parkir," tambahnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X