BPBD Maluku Utara Belum Tetapkan Tanggap Darurat Menyusul Gempa Berkekuatan 7,1 SR

- 16 November 2019, 20:30 WIB

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara (Malut) menyatakan hingga kini belum ada penetapan tanggap darurat dari BPBD Ternate terkait gempa bumi yang berkekuatan 7,1 magnitudo.

"Memang, sesuai data ada, 28 rumah warga Pulau Batang Dua Kota Ternate rusak ringan dan fasilitas umum seperti tiga unit gereja satu unit SMA Negeri 11 Kota Ternate di Kecamatan Batang Dua Kota Ternate rusak ringan dan satu Unit Bank Perkreditan Rakyat (BPRS) rusak, tetapi belum ada laporan penetapan tanggap darurat gempa bumi Malut," kata Sekretaris BPBD Malut, Ali Yau kepada Antara di Ternate, Sabtu (16/11/2019).

Ia mengatakan meski gempa yang mengakibatkan puluhan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum seperti gereja dua unit, dan satu unit bangunan sekolah di Kota Ternate rusak namun hingga saat ini BPBD setempat belum menetapkan status tanggap darurat karena masih menunggu tahap kajian di lapangan.

Selain itu, BPBD Malut telah membuka posko pasca-gempa yang terjadi di Pulau Batang Dua Ternate dan Kabupaten Halmahera Barat guna mengindentifikasi berbagai kerusakan dan kerugian akibat gempa tersebut.

Dia mengakui, pihaknya membuka posko di Ternate ini agar mudah melakukan koordinasi dengan BMKG, BPBD kabupaten/kota serta sektor terkait untuk mengidentifikasi korban kerusakan dan kerugian akibat gempa bumi berbagai daerah di Malut.

Menurut dia, BPBD membuka posko sementara di Hasan Esa Takoma, Ternate ini agar memudahkan seluruh informasi terkait dengan perkembangan pasca-gempa bumi berkekuatan 7,1 magnitudo di Malut.

Dampak bencana gempa bumi dengan kekuatan 7,1 magnitudo yang terjadi pada tanggal 15 November 2019 mengakibatkan 28 rumah warga Pulau Batang Dua rusak.

"Begitu pula, 3 unit gereja di Kecamatan Batang Dua Kota Ternate rusak ringan, satu unit SMA Negeri 11 Kota Ternate di Kecamatan Batang Dua Kota Ternate rusak ringan dan satu Unit Bank Perkreditan Rakyat (BPRS) rusak," kata Ali Yau.

Sedangkan untuk data yang terakhir yang berhasil diperoleh yakni korban luka 2 orang yakni Delvi Peo, warga Mayau Pulau Batang Dua dan Mesin Bunga warga kelurahan Lelewi Batang Dua kota Ternate.

Halaman:

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X