Massa NU dan PKB Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

- 17 November 2019, 15:35 WIB

YAYASAN Haji Saepudin Suwinta melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriyah di halaman yayasan tersebut di Desa Solokanjeruk Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Minggu (17/11/2019).

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu merupakan bagian dari implementasi mahabbah kepada Banginda Rosullallah SAW. Lebih dari 1000 mustami dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.

Anggota DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal, S.Ag., M.Ap., turut hadir di tengah-tengah kader NU dan PKB tersebut. Rois Syuriah PBNU dan Dewan Syuro DPP PKB Dr. K.H. Manarul Hidayat, M.A., turut hadir menjadi mubaligh dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.

H. Cucun mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan aktivitas yang biasa dilakukan oleh umat Islam, bahkan kegiatan ini bukan hanya di kalangan NU saja melainkan di kalangan lainnya pun melakukan hal serupa.

"Di NU melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan kegiatan rutinitas. Jika kita belum melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu, sepertinya kita belum melaksanakan satu keterwakilan dalam bagaimana kita mewujudkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Yaitu melalui pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW," papar Cucun kepada galamedianews.com usai melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, Rois Syuriah PBNU dan Dewan Syuro DPP PKB Dr. K.H. Manarul Hidayat, M.A., turut memberikan pencerahan terhadap massa NU dan PKB yang hadir pada kesempatan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut.

Manarul Hidayat menilai, Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang komplit. Selain panglima perang, imbuh Manarul, Nabi Muhammad SAW merupakan kepala negara.

Pada kesempatan itu, Manarul sempat mengungkapkan kepada ribuan mustami yang hadir menitipkan NKRI.

"Warga NU harus betul-betul bersatu, karena NU merupakan organisasi masyarakat terbesar di Indonesia. Kami titip NKRI," katanya.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X