Stunting di Garut Terbesar di Jawa Barat, Pusat Gelontorkan Rp 44 Miliar

- 18 November 2019, 19:26 WIB

KABUPATEN Garut merupakan daerah dengan angka stunting atau gagal tumbuh terbesar di Jawa Barat. Pemerintah pusat pun telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 44 miliar untuk program Indonesia Sehat, khususnya dalam penanganan kasus stunting.

Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, stunting bisa disebabkan karena beberapa faktor. Selain keturunan, faktor lain yang membuat anak menderita stunting, yakni akibat kurangnya asupan gizi.

"Kasus stunting di Indonesia sudah darurat, organisasi kesehatan dunia WHO menyebutkan kasus stunting disebabkan karena minimnya asupan gizi. Saat hamil, ibunya tak memberikan gizi yang cukup untuk bayi," ujarnya, Senin (18/11/2019).

Rudy menyebutkan, kasus stunting di Garut juga darurat sehingga butuh perhatian khusus untuk melakukan penanganan dan mencegah terjadinya stunting akibat kekurangan gizi terhadap anak baru lahir.

"Di Garut normal, namun begitu tetap darurat. Kenapa darurat karena di Indonesia darurat," ucapnya.

Menurut Rudy, kurangnya asupan gizi untuk bayi karena faktor ekonomi. Masih banyak keluarga yang tak mampu memberikan makanan bergizi bagi anak-anaknya. Ia menyebut, dari hasil pendataan, ada tujuh kecamatan di Garut yang banyak menderita stunting.

"Yaitu di Kecamatan Malangbong, Cibatu, Leuwigoong, Leles, Sukaresmi, Pakenjeng, dan Cibalong," ucapnya.

Rudy menuturkan, pada 2017 angka stunting mencapai 43 persen. Untuik mengatasi persoalan stunting tersebut maka Pemkab Garut mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp 44 miliar.

Dengan adanya dana dari pemerintah pusat tersebut, lanjut Rudy, Pemkab Garut pun terus berupaya untuk mengatasi anak stunting dan mengantisipasi munculnya kasus stunting baru dengan melakukan berbagai program, diantaranya kegiatan penyuluhan serta pemberian gizi kepada warga miskin.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X