Ridwan Kamil Akhirnya Keluarkan SK, Buruh Tetap Demo ke Gedung Sate

- 1 Desember 2019, 14:57 WIB
ilustrasi /dok

SERIKAT buruh di Kota Cimahi tetap akan melakukan aksi unjuk rasa ke Gedung Sate di Kota Bandung, Senin (2/11/2019). Padahal Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah mengganti Surat Edaran (SE) Pelaksanaan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) 2020, dengan Surat Keputusan (SK).

"Gubernur memang sudah mengganti SE menjadi SK. Tapi di poin diktum ayat D itu sangat melemahkan buruh, terutama di sektor padat karya. Dan itu juga termasuk diskriminasi terhadap upah sektor padat karya," ungkap Sekretaris Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) Kota Cimahi, Waginah saat dihubungi, Ahad (1/12/2019).

Untuk itu, kata Waginah, Kasbi Kota Cimahi bersama serikat pekerja lainnya akan tetap melakukan aksi unjuk rasa besok.

"Kemarin sebelum adanya SK, kami minta SE dicabut dan minta ditetapkanya SK UMK Jawa Barat. Namun setelah hari ini keluar SK, kami akan tetap aksi turun ke jalan karena poin diktum 7 ayat D yang melemahkan bagi buruh yang ada di sektor padat karya itu dihilangkan," ujarnya.

"Karena menurut kami itu diskriminasi terhadap upah, dan kalau untuk tuntutan upah kita masih tetap sebesar 18.05 persen," tambahnya.

Diakui Waginah, pihaknya bersama aliansi akan all out saat turun ke jalan besok. "Untuk mogok bagi kami sebenernya ada mekanisme tersendiri. Kalau ada yang masih bekerja tidaknya, kembali lagi bahwa intruksi organisasi/aliansi all out. Tapi manajemen juga akan menggunakan segala cara agar buruhnya bisa bekerja," bebernya.

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X