Tahun ini, 128 Orang Terkena Virus HIV/AIDS di Kota Cimahi

- 1 Desember 2019, 18:52 WIB

JUMLAH kasus virus HIV/AIDS di Kota Cimahi tergolong cukup tinggi. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, dari tahun 2005 hingga Juni 2019 tercatat ada 443 orang yang terkena virus HIV/AIDS. Bahkan di tahun ini penemuan kasus baru sebanyak 128 orang.

Tren penyebaran virus yang melemahkan kekebalan tubuh itu juga beralih, dari yang asalnya penularan melalui jarum suntik pengguna narkoba, sekarang mayoritas penyebarannya melalui hubungan seksual.

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Kota Cimahi, dr. Romi Abdurakhman mengatakan, data di atas merupakan hasil screening yang dilakukan oleh Dinkes setiap tahunnya. Hasilnya, mayoritas penderita HIV tertular karena hubungan seks.

"Penemuan kasus baru sampai dengan november 2019 sebanyak 128 orang, di dalamnya sudah menjadi AIDS 50 orang. Sementara penemuan kasus tahun 2018 sebanyak 120 oranh," katanya saat dihubungi, Ahad (1/12/2019).

Menurut Romi, virus HIV/AIDS ini mayoritas dialami usia seksual muda antara 20-35 tahun. Penderita HIV/AIDS bukan hanya dari kalangan muda saja, tapi juga   menyerang ibu rumah tangga yang sedang hamil. Kondisi tersebut sangat berpotensi untuk tertular pada anaknya ketika lahir.

"Dilakukan upaya pencegahan penularan ibu ke anak (bayi yang dikandung). Untuk ibu hamil dilakukan screening 3 penyakit, yakni HIV, hepatitis B, fan sifilis. Kalau ada sifilis diobati. Hepatitis B, disiapkan vaksin HBIg untuk bayinya ketika lahir," terangnya.

Sebagai solusi bagi ibu hamil yang sudah terpapar virus HIV/AIDS, jelas Romi, itu bisa diberikan Anti Retro Virus (ARV). "Upaya pencegahan penularan, ibu hamil minum obat ARV, persalinan diupayakan caesar, bayinya di beri obat pencegah juga. Dan ASI (air susu ibu) digantikan dengan susu formula," ujar Romi.

Selain melalui hubungan seks, HIV/AIDS juga bisa menular lewat darah, kemudian melalui jarum suntik, penularan dari ibu ke anak saat proses persalinan serta melalui pemberian ASI.

Sementara itu, upaya yang dilakukan Dinkes Kota Cimahi untuk mencegah penularan lebih banyak, diantaranya dengan test penapis HIV untuk orang yang berisiko terinfeksi, yakni populasi kunci seperti LSL (Lelaki suka lelaki/homo), waria, WPS (Wanita pekerja seks), ibu hamil (pencegahan penularan ke anak, dan penderita TB.

"Karena TB bisa muncul karena daya tahan tubuh menurun, salah satunya HIV, untuk populasi kunci melaksanakan mobile VCT (Voluntary Counseling and Testing). Untuk ibu hamil perluasan layanan test HIV ke bidan praktek mandiri dengan  melaksanakan workshop untuk bidan," terangnya

 

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X