Deklarasi Bandung Ingin Akhiri Epidemi HIV/AIDS di Indonesia Tahun 2030

- 1 Desember 2019, 20:31 WIB

PERTEMUAN the Indonesian AIDS Conference (iAIDS) 2019 di Bandung yang berlangsung selama tiga hari (29 November s.d. 1 Desember 2019), berakhir hari ini dengan melahirkan sejumlah kesepakatan di antaranya Kesepakatan Kepala Daerah dalam penaggulangan HIV dan AIDS.

Kesepakatan Kepala Daerah menyebutkan, para kepala daerah di Indonesia berkomitmen memperkuat upaya penanggulangan HIV dan AIDS di daerah, baik kelembagaan maupun program dengan melakukan inovasi dan kolaborasi. Kedua, pelibatan seluruh stakeholder di daerah termasuk TNI dan Polri serta lintas sektor lainnya mendesak dilakukan agar program pencegahan  dan penanggulangan HIV/AIDS (P2HIV) lebih memiliki dampak yang luas. Ketiga, peluang pendanaan dari dana desa dan sumber dana lainnya yang sesuai perundang-undangan yang berlaku akan terus dilakukan untuk program P2HIV yang lebih berkelanjutan.

Selain Kesepakatan Kepala Daerah, pertemuan iAIDS 2019 juga menghasilkan sejumlah kesepakatan dari Forum Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan rekomendasi dari Forum Masyarakat. Setiap rekomendasi dirumuskan dalam pertemuan yang dihadiri sedikitnya 700 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Hal penting lainnya yang diraih dalam kegiatan ini adalah munculnya Deklarasi Bandung yang berisi tujuh butir pernyataan, yaitu :

1.       Melakukan percepatan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS melalui strategi 3 zero (zero new infection, zero AIDS related death, zero discrimination, dan pendekatan perubahan perilaku pada setiap tahapan promotifm preventif, kuratif, dan rehabilitatif di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia

2.       Meningkatkan peran pemerintah daerah dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia terutama untuk pemenuhan target SPM bidang kesehatan.

3.       Mendorong kolaborasi peran dari seluruh sektor untuk meningkatkan program dan anggaran pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS yang berkelanjutan

4.       Memperkuat kelembagaan Komisi Penanggulangan AIDS di tingkat provinsi dan kabupaten/ kota secara terstruktur dan sistematis

5.       Mendorong penciptaan lingkungan yang kondusif dengan pelibatan aktif tokoh agama, tokoh masyarakat, lingkungan pendidikan termasuk pondok pesantren, dunia bisnis, akademisi

Halaman:

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X