Festival Anak Bangsa Digelar untuk Peringati Hari Anak Universal

- 1 Desember 2019, 23:03 WIB

YAYASAN peduli pendidikan dan budaya Mekar Pribadi menggelar Festival Anak Bangsa kesebelas dengan tema "Aku bertanggung jawab" untuk memeringati Hari Anak Universal.

"Festival budaya anak bangsa kesebelas ini kami melaksanakannya dengan tema 'Aku bertanggung jawab'," kata Ketua Yayasan Mekar Pribadi Oetari Noor Permadi usai menutup acara di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Ahad (1/12/2019).

Ia mengatakan, acara yang mulai digelar dari 30 November sampai 1 Desember 2019 itu mengambil tema "Aku bertanggung jawab" dengan tujuan bahwa melalui seni, bimbingan dan pelatihan, anak-anak dapat menjadi pribadi yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri, teman dan keluarga serta masyarakat.

Festival tersebut menampilkan pertunjukan wayang wong atau wayang orang yang menyajikan cerita utuh dengan lakon Sang Hanoman.

"Jadi ini merupakan sebuah cerita utuh tetapi dilaksanakan oleh sembilan sanggar dengan 11 adegan yang berbeda," katanya.

Pertunjukan tersebut, katanya, memerlukan koordinasi yang luar biasa karena masing-masing sanggar harus dapat melepaskan ego masing-masing untuk dapat melebur menjadi satu pertunjukan dengan satu cerita.

"Hasilnya memang luar biasa," ujarnya.

Festival tersebut diikuti oleh total 20 sanggar dengan sekitar 300 anak yang menampilkan sejumlah pertunjukan.

Festival itu juga melibatkan Kementerian Pendidikan Malaysia, serta dihadiri oleh perwakilan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Maudy Koesnadi dan banyak sekali maestro.

Oetari berharap melalui seni, kecerdasan anak-anak dapat lebih bebas tumbuh baik secara sosial maupun intelektual.

Ke depan, dia ingin festival ini terus dapat diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki tanpa terkendala tempat menyusul revitalisasi yang sudah mulai berlangsung.

"Di TIM ini kami sudah 11 kali. Berarti kan sudah 11 tahun. Tetapi tahun ke-12 kami tidak tahu mau ke mana karena sedang revitalisasi. Mudah-mudahan TIM juga akan menjadi rumah budaya kami," katanya.

Selain itu, ia juga berharap anak-anak serta maestro dapat tetap nyaman dalam berkarya sehingga Indonesia dapat terus memiliki seniman-seniman berbakat dari sepanjang zaman.

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X