Kabupaten Bandung Barat Kembangkan Kampung KB Wisata

- 2 Desember 2019, 17:52 WIB
Logo Kabupaten Bandung Barat /dok

PEMERINTAH Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) akan melakukan terobosan inovasi Kampung Keluarga Berencana (KB), agar bisa menjadi tujuan wiisata.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bandung Barat, Eriska Hendrayana menjelaskan, fungsi Kampung KB yang selama ini hanya memberikan penyuluhan, mengentaskan kemiskinan, terbinanya peserta KB aktif dan mengaplikasikan delapan fungsi keluarga, harus juga menjadi tujuan wisata baru.

"Terobosan inovasi ini untuk membuat hal positif agar Kampung KB juga banyak diminati oleh seluruh masyarakat. Kami akan bekerja sama dengan dinas lainnya, untuk mewujudkan program baru ini," ujar Eriska di Ngamprah, Senin (2/12/2019).

Eriska menuturkan, Kampung KB wisata nantinya bertujuan untuk pemberdayaan keluarga berkualitas dan memiliki ekonomi produktif di tengah masyarakat. "Ini juga merupakan arahan pak Bupati (Aa Umbara Sutisna) untuk selalu melakukan inovasi yang berpihak kepada rakyat," ujarnya.

Selain itu, kata dia, inovasi ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memasarkan hasil karya atau produk yang mereka buat ke pasar yang lebih luas lagi. Sehingga, masyarakat juga bisa mengikuti perkembangan era ekonomi digital yang semakin berkembang saat ini.

Untuk diketahui, program Kampung KB didirikan untuk membentuk ketahanan keluarga yang lebih baik. Salah satunya dalam menurunkan angka keluarga miskin dari tahun ke tahun.

Berdasarkan catatan galamedianews.com, pada 2018 lalu persentase kekuarga miskin 12 persen dari total 1,7 juta jiwa penduduk Kabupaten Bandung Barat. Pada tahun ini, Pemkab Bandung Barat berupaya menurunkan angka keluarga miskin melalui pelaksanaan berbagai program.

"Tahun ini persentase keluarga miskin turun jadi 10 persen dari total 540.000 kepala keluarga atau 1,7 juta jiwa penduduk," ujar Kabid Pengendalian Penduduk dan Informasi Keluarga pada DP2KBP3A Kabupaten Bandung Barat, Evie Saefiani.

Evie mengatakan, pihaknya menargetkan pada 2023 angka keluarga miskin bisa turun hingga 8 persen. Apalagi DP2KBP3A Kabupaten Bandung Barat memiliki banyak program pengentasan kemiskinan. Seperti Kampung Akur, pelatihan kewirausahaan, dan lain-lain.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X