Lewat Video YouTube, Tersangka Suap Meikarta Sebut Saksi dalam Persidangan Dipaksa Penyidik KPK

- 3 Desember 2019, 08:27 WIB
Tangkapan gambar YouTube /dok

TERSANGKA kasus suap mega proyek Meikarta, Bartholomeus Toto yang sudah hampir sepekan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengunggah video di YouTube. Video berisi rekaman penjelasan Toto mengenai duduk persoalan hingga dirinya ditahan.

Dalam salah satu video, Toto memberinya judul "Babak Baru Kasus Meikarta Episode Rekayasa". Video diunggah pada Sabtu (30/11/2019) lalu. Di video, mantan Presiden Direktur PT. Lippo Cikakarang Tbk tersebut mengaku sudah bertemu dengan Edy Dwi Soesianto sebelum ditahan. Edy merupakan saksi yang keterangannya berdampak pada penahanan Toto.

Pertemuan itu berlangsung di Restoran Sangkuriang Boulevard Kav. 05A Lippo Cikarang, Kamis 27 Juni 2019. Dalam pertemuan itu, Toto sengaja secara sembunyi merekam percakapan. Dalam video itu Toto berujar bahwa pada sidang yang digelar 14 Januari 2019, Edy dengan memberikan kesaksian bahwa Toto telah menyetujui memberikan uang kepada mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin untuk memuluskan perizinan proyek Meikarta. 

"Termasuk tuduhan telah memberikan uang tunai sebesar Rp 10,5 miliar melalui Melda, Sekretaris Direksi. Karena, Edy saat diperiksa, dipaksa oleh penyidik KPK," tambah Toto dalam videonya.

Menurut Toto, dalam video itu Edy juga telah bersepakat dengan E Topik, mantan staf Bupati Neneng Hasanah Yasin, supaya masalah tidak melebar kemana-mana. Urusan suap menyuap dimasa lalu agar dipusatkan ke Meikarta. Singkatnya, tuduhan Edy yang dilontarkan dalam persidangan kepada dirinya adalah fitnah. Awalnya, pengakuan Edy, kepada dirinya tidak ditanggapi.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X