Gowir Ajak Mitra Merchant Berbisnis Kuliner Ramah Lingkungan

- 3 Desember 2019, 12:49 WIB
/ist

GOJEK menggelar program Gojek Wirausaha (GoWir) di Bandung untuk mendorong mitra merchant kuliner menerapkan praktik bisnis yang ramah lingkungan. GoWir adalah bagian dari inisiatif #GoGreener di tingkat nasional yang diluncurkan pada Agustus lalu, dimana inisiatif ini merupakan langkah Gojek dalam memfasilitasi seluruh ekosistemnya untuk bisa bergaya hidup ramah lingkungan. GoWir diikuti oleh ratusan pebisnis kuliner di Bandung dimana mereka memperoleh pelatihan tentang upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam keseharian operasional bisnis kulinernya.

Materi pelatihan di dalam GoWir ini disampaikan oleh mitra program #GoGreener Gojek, yaitu PlastikDetox, Gerakan yang membantu bisnis kecil mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Selain memberikan pemahaman dan pelatihan mengenai bisnis yang ramah lingkungan, Gojek juga kembali mengedukasi mitra tentang fitur di GoFood yang menyediakan pilihan bagi pelanggan untuk tidak memesan alat makan plastik.

VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek Rosel Lavina dalam siaran persnya, Selasa (3/12/2019) menjelaskan, sebagai layanan pesan-antar makanan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, GoFood menyadari pentingnya berkontribusi dalam upaya pengurangan sampah plastik yang menjadi salah satu isu utama lingkungan di Indonesia saat ini.

"Melalui program Gojek Wirausaha ini, kami memfasilitasi mitra merchant dengan pelatihan sadar lingkungan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” tambahnya.

“Salah satu inovasi yang kami lakukan adalah memfasilitasi mitra merchant untuk menyediakan pilihan bagi pelanggan untuk tidak memesan alat makan plastik sekali pakai ketika memesan makanan dari merchant yang berpartisipasi. Sejak diluncurkan secara nasional pada Agustus lalu, program ini mendapat sambutan yang sangat positif. Di Bandung sendiri, 99% pelanggan GoFood memilih untuk tidak memesan alat makan plastik sekali pakai ketika memesan GoFood,” ujar Rosel.

Selain menjadi upaya untuk menjaga lingkungan, pelatihan Gojek Wirausaha kali ini juga ditujukan agar merchant mengerti dampak bisnis ramah lingkungan. Menurut laporan Google Indonesia berjudul “2019 Year in Search Indonesia Insights for Brands”, pelanggan Indonesia semakin peduli tentang dampak konsumsi mereka terhadap lingkungan. Hal ini terlihat dari 3 kali peningkatan pencarian ‘sedotan stainless’ dan 6.7 kali peningkatan pencarian ‘tas daur ulang’ di Google. Mitra merchant dapat mengambil kesempatan ini agar semakin dicintai oleh pelanggan.

"Upaya pengelolaan lingkungan juga merupakan dukungan GoFood terhadap Peraturan Walikota (Perwal) Bandung Nomor 37 tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda No 17 Tahun 2012 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Sebelumnya Gojek juga telah membagikan tas pengantaran khusus GoFood kepada lebih dari 150 mitra driver di Bandung lewat program Bengkel Belajar Mitra," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Dr. Kamalia Purbani, M.T. mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempertegas komitmennya untuk mengurangi penggunaan kantong plastik hingga 100% di tahun 2025.

"Kami mengapresiasi Gojek sebagai layanan pesan-antar makanan pertama yang memfasilitasi mitra merchant-nya agar dapat mengambil peran aktif untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai ketika memenuhi kebutuhan kuliner masyarakat kota Bandung. Pengurangan penggunaan alat makan plastik sekali pakai merupakan salah satu program yang sejalan dengan Kang Pisman melalui pengurangan sampah di hulu sebelum menjadi sampah sebagai bentuk upaya preventif, sehingga jumlah timbulan sampah plastik dapat dikurangi,” katanya.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X