Pengurangan Sampah Plastik, Masyarakat Terapkan Konsep Pakai Ulang

- 3 Desember 2019, 15:47 WIB

TAHUN 2025 Kota Bandung ditargetkan bebas dari penggunaan kantong plastik sekali pakai. Masyarakat pun diajak untuk memiliki pola pikir mengenai konsep pakai ulang.

Koordinator PlastikDetox, Luh De Dwi Jayanthi mengatakan, ada alternatif pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dengan material yang ramah lingkungan. Namun, hal ini juga harus didukung oleh komitmen pelaku usaha untuk ikut berpartisipasi mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

"Ada material 100 persen organik seperti daun pisang, tetapi kan kita tahu bahwa sumbernya terbatas. Kalau bicara soal alternatif kita masih dibuat bingung. Makanya, pelarangan menggunakan plastik belum bisa diterapkan. Kita selalu menganjurkan soal konsep pakai ulang," katanya di Moxy Bandung, Selasa (3/12/2019).

Dwi mencontohkan, konsep pakai ulang yaitu membawa kantong belanja, menggunakan botol minum, membiasakan tidak memakai sedotan plastik atau kertas, dan memakai wadah makan sendiri. Selain melestarikan lingkungan tanpa sampah plastik, pengurangan penggunaan plastik berdampak pada penghematan biaya bagi pelaku usaha.

"Kami meneliti warung, dari pengurangan sedotan sekali pakai saja bisa menghemat Rp 8.280.00 setahun. Bisa hemat lagi Rp 10.500.000 per tahun ketika peralatan makan plastik sekali pakai tidak disediakan. Kalau mau pakai sedotan plastik bisa diganti dengan sedotan bambu atau stainless. Karena sekarang sampah plastik yang berhasil didaur ulanh baru 9 persen," tuturnya.

Menurut Dwi, ada empat prinsip pengurangan plastik sekali pakai yaitu prioritas pada alternatif yang bisa dipakai ulang, merayakan perubahan sekecil apapun, seminim mungkin menggunakan plastik, dan senantiasa mencari solusi yang lebih ramah lingkungan.

VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek, Rosel Lavina menambahkan, pihaknya ingin berkontribusi dalam upaya pengurangan sampah plastik yang menjadi salah satu isu utama lingkungan di Indonesia saat ini. GoFood pun memfasilitasi mitra merchant dengan pelatihan sadar lingkungan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

"Upaya yang kami lakukan adalah memfasilitasi mitra merchant dengan menyediakan pilihan bagi pelanggan untuk tidak memesan alat makan plastik sekali pakai ketika memesan makanan dari merchant yang berpartisipasi. Di Bandung, 99 persen pelanggan GoFood memilih untuk tidak memesan alat makan plastik sekali pakai," terangnya.

Selain itu, upaya ini juga ditujukan agar merchant memahami dampak bisnis ramah lingkungan. Berdasarkan laporan Google Indonesia berjudul "2019 Year in Search Indonesia Insights for Brands", pelanggan Indonesia semakin peduli tentang dampak konsumsi mereka terhadap lingkungan yang terlihat dari peningkatan pencarian "sedotan stainless" dan "tas daur ulang".

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X