Dua Pekan, Petugas di Cimahi Terima Belasan Laporan Keberadaan Sarang Tawon Berbahaya

- 3 Desember 2019, 16:58 WIB
Petugas sedang mencoba menangani sarang tawon di Kota Cimahi. /ist

SELAMA dua pekan terakhir, petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kota Cimahi melakukan penanganan sarang tawon. Bahkan ada 15 laporan warga tentang keberadaan sarang tawon yang belum ditangani.

Tawon yang banyak ditemukan merupakan jenis Vespa Affinis. Bahkan kawanan tawon yang membahayakan ini juga meneror beberapa wilayah lainnya di Indonesia.

"Berturut-turut selama 2 minggu ini Damkar Cimahi setiap malam melakukan penanganan sarang tawon, dalam 1 malam ada 2-3 titik ditangani," ungkap Komandan Regu (Danru) I Damkar Kota Cimahi, Indrahadi saat dihubungi, Selasa (3/12/2019).

Menurutnya, laporan adanya sarang tawon ini terus diterimanya. Bahkan ada 15 laporan warga terkait keberadaan sarang tawon ini yang belum ditangani.

"Sampai siang ini, sudah ada 15 laporan yang masuk dan belum ditangani. Paling dalam 1 malam 2-3 titik saja yang bisa kami tangani," ujar Indrahadi.

Dalam beberapa kasus di luar Kota Cimahi serangan tawon Vespa Affinis menyebabkan korbannya meninggal dunia dengan kondisi tubuh membengkak.

"Di Cimahi sendiri sudah ada warga yang jadi korban sengatan tawon ini beberapa waktu lalu. Tapi beruntung tidak sampai meninggal dunia. Langsung dibawa ke rumah sakit dan diobati," terangnya.

Menurut Indrahadi, tawon ini biasa membangun sarang besar di dahan pohon yang tinggi, umumnya di hutan sebagai habitat aslinya. Namun aktivitas manusia, seperti perambahan hutan, merampas tempatnya bersarang hingga tawon beralih hidup di atap-atap rumah warga.

"Untuk penanganan kami lakukan pembiusan menggunakan bensin dengan media busa. Menghindari serangan pada petugas, wajib memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Kami lakukan penanganan saat malam, karena kawanan tawon sedang berkumpul jadi penanganan lebih mudah. Dan kalau siang hari tawon lebih aktif," jelasnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X