Jokowi: Narasi Besar Pancasila Harus Banjiri Media Sosial

- 3 Desember 2019, 17:29 WIB
Presiden Joko Widodo /dok

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) berharap agar narasi besar soal Pancasila terus disebarkan. Bahkan ia meminta agar hal itu dapat membanjiri media sosial yang digunakan anak-anak muda.

"Media sosial Instagram, Facebook, Twitter, Snapchat, hati-hati, banyak (ideologi) lewat barang-barang ini, sekali main bisa 2-3 juta pas viral. Ideologi Pancasila harus kita sebarkan, kita banjiri narasi-narasi besarnya lewat barang-barang ini kalau tidak akan kedahuluan idoelogi-ideologi baru yang menggunakan barang-barang yang tadi saya sebut," tutur Jokowi di Istana Negara Jakarta, Selasa (3/1/2019).

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam acara "Presidential Lecture" Internalisasi dan Pembumian Pancasila yang digagas oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dalam acara tersebut hadir juga Ketua Dewan Pengarah BPIP yang juga Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, anggota Dewan Pengarah Sudhamek Wakil, Andreas Anangguru Yewangoe, Buya Ahmad Syafii Maarif, para menteri kabinet Indonesia Maju serta para kepala lembaga pemerintah.

"Saya melihat secara detail mereka anak-anak muda memang sekolah, memang kuliah, memang bekerja iya, anak-anak muda ini sekolah, kuliah, bekerja tapi yang mempengaruhi mereka bukan hanya guru, dosen atau bosnya, bukan, hati-hati," terang Jokowi.

Anak-anak muda yang ada di Indonesia menurut Presiden berjumlah hingga 129 juta orang.

"Kita harus memasifkan, membumikan (Pancasila) secara cepat tapi mereka menyerap nilai-nilai, menyerap informasi menyerap pengetahuan, hati-hati sekali lagi tolong digarisbawahi dari banyak media. Saya lebih detailkan lagi dari layanan chatting, Whatsapp, Telegram, Line, Kakaotalk. Hati-hati lewat ini penyebaran dimulai," ungkapnya.

Selain layanan pesan singkat, Jokowi juga menyebutkan sejumlah layanan video yang menjadi acuan anak-anak muda.

"Layanan video, TV, youtube, Netflix, Iflix, Hooq. Kita harus cepat kalau tidak mau keduluan yang lain juga karena itu semua kementerian harus ngerti media apa yang harus kita pakai. BPIP juga sama, media apa yang harus kita pakai sehingga dalam menjangkau 129 juta betul-betul tembakannya kena, fokusnya ke siapa? Banjiri narasi-narasi Pancasila lewat ini," tegas Jokowi.

Presiden memerintahkan agar para menteri dan kepala lembaga memahami cara berkomunikasi 129 juta anak-anak muda agar bisa membumikan Pancasila.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X