Pemkot Bandung Beri Penghargaan ke Pengelola Bangunan Cagar Budaya

- 4 Desember 2019, 15:49 WIB
/Humas Pemkot Bandung


PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung memberikan penghargaan kepada para penjaga cagar budaya yang telah merawat dan melestarikan warisan budaya sepenuh hati. Anugerah tersebut diserahkan oleh Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana di Hotel Savoy Homann, Jln. Asia-Afrika, Kota Bandung, Selasa (3/12/2019).

Yana mengapresiasi berbagai upaya untuk melestarikan cagar budaya di Kota Bandung, salah satunya melalui anugerah atau penghargaaan ini. Agar cagar budaya tetap lestari, ia pun menginstruksikan jajarannya untuk menandai bangunan cagar budaya yang telah tercantum dalam peraturan daerah. Tujuannya untuk menghindari adanya perlakuan tidak seharusnya terhadap bangunan heritage, karena ketidaktahuan.

"Kami mendorong penanda di setiap gedung heritage cagar budaya agar saling menjaga. Bukan sekadar yang punya, tapi yang melihat juga bisa mengawasi," ungkapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Dewi Kaniasari menuturkan, pemilihan bangunan cagar budaya ini didasarkan pada hasil penilaian dewan juri dari Tim Ahli Cagar Budaya Kota Bandung.

"Langkah pertama kami menentukan kriteria utama pemilihan yaitu aspek keaslian atau pengembangan fisik yang sesuai dengan kaidah kaidah konservasi melalui berbagai pertimbangan. Terdapat 23 bangunan sebagai nominasi," tuturnya.

Selanjutnya, tim juri menyeleksi hasil dari nominasi itu. Tim juri terdiri dari lima orang, yaitu Harastoeti Sudibyo, Eti RS, Aji Dimarsono, Ridwan Hutagalung, dan Koko Komara.

Ketua Tim Juri, Harastuti menerangkan, setidaknya ada tiga hal yang menjadi pertimbangan dewan juri dalam menilai cagar budaya, yaitu daya suaka, daya reka, dan daya guna.

"Penilaian dilakukan berdasarkan inisiatif merawat bangunan cagar budaya dalam waktu yang panjang tanpa mengharapkan imbalan dan memanfaatkan bangunan cagar budaya tersebut sebagai jati diri," jelasnya.

Menurutnya, pengelola juga telah melakukan konservasi atau pelestarian dengan kaidah yang benar baik dalam interiornya maupun pada eksteriornya. Pengelola melakukan inovasi dalam memulihkan bangunan namun masih dalam satu tema dengan keaslian bangunannya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X