Kemenperin Beberkan Peluang RI di Hannover Messe 2020

- 4 Desember 2019, 18:32 WIB
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Doddy Rahadi (tengah) bersama Senior Vice President Hannover Messe, Deutsche Messe AG Arno Reich (kanan) serta Country Director Bosch Automation, Jakarta, Toto Suharto (kiri) melakukan konferensi pers tentang rencana penyelenggaraan Hannover Messe 2020 di Jakarta, Rabu (4/12/2019). /ist

PEMERINTAH Indonesia semakin mematangkan persiapan sebagai negara mitra resmi (official partner country) pada Hannover Messe 2020. Ajang bergengsi tersebut menjadi kesempatan besar untuk menunjukkan kemampuan sektor manufaktur Indonesia di mata dunia, terutama dalam bertransformasi menuju era industri 4.0.

"Dengan ditunjuknya Indonesia menjadi official partner country Hannover Messe 2020, membuktikan bahwa Indonesia sebagai negara industri di kawasan Asia Tenggara yang sudah diperhitungkan dan ini tentu menguntungkan bagi kita," kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi ketika Konferensi Pers tentang rencana penyelenggaraan Hannover Messe 2020 di Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Di hadapan para pelaku industri dan dihadiri Senior Vice President Hannover Messe, Deutsche Messe AG Arno Reich, Dirjen KPAII menjelaskan, Hannover Messe merupakan pameran internasional tahunan di bidang teknologi manufaktur industri, yang menampilkan berbagai hasil penelitian dan pengembangan, inovasi perusahaan rintisan (startup), teknologi informasi (IT), robotika, energi, kendaraan listrik, solusi logistik serta sektor-sektor lainnya. Pada tahun depan, pameran terkemuka itu akan berlangsung di Hannover, Jerman, tanggal 20-24 April 2020.

"Ajang pameran tersebut dapat pula dimanfaatkan oleh pengusaha nasional untuk menyaksikan dan mempelajari berbagai kemajuan teknologi terkini yang sesuai dengan arah industri 4.0 yang sedang berkembang," paparnya.

Dipilihnya Indonesia sebagai negara mitra resmi Hannover Messe 2020, antara lain karena memiliki pasar terbuka yang tumbuh cepat, ekonomi terbesar di ASEAN, anggota G20, menjadi lokomotif di wilayahnya, serta pada tahun 2030 diprediksi PDB Indonesia menempati 10 besar dunia.

Doddy menambahkan, Indonesia memiliki tiga tujuan utama di ajang pameran internasional tersebut. Pertama, mengapresiasi pencapaian Indonesia hingga saat ini khususnya terhadap kemajuan implementasi industri 4.0. Kedua, menarik minat kerja sama dalam bidang investasi, teknologi, dan peningkatan keterampilan sumber daya manusia (SDM).

"Pemerintah saat ini terus berupaya menarik minat investor untuk menanamkan modalnya ke Indonesia, antara lain dengan memangkas sejumlah hambatan regulasi sehingga bisa menarik investor," ujarnya seperti lewat keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Tujuan yang ketiga, yakni memamerkan ekosistem perusahaan startup Indonesia untuk mendukung produksi industri.

Senior Vice President Hannover Messe, Deutsche Messe AG Arno Reich menerangkan, pihak penyelenggara memperkirakan ada lebih dari 6.000 perusahaan dari 70-an negara yang menampilkan berbagai kemajuan teknologi industri manufaktur.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X