Layani Komunitas Penyandang Disabilitas, Grab Kembangkan Program 'Mendongkrak Sunyi'

- 4 Desember 2019, 20:05 WIB
Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia bersama dengan Mitra Pengemudi Tuli, Mitra Pengemudi GrabGerak dan Agen Disabilitas GrabKios, dalam perayaan Hari Disabilitas Internasional di Jakarta. Dalam acara ini, Grab memperkenalkan berbagai upaya baru untuk memastikan platform Grab inklusif dan ramah bagi semua. Grab juga mengumumkan kerja sama dengan PPDI dan Jangkau. /ist

MERAYAKAN Hari Disabilitas Internasional, Grab Indonesia memperkenalkan inisiatif baru di bawah program "Mendobrak Sunyi" yang telah diluncurkan pada September lalu. Sebagai bagian dari komitmen GrabforGood untuk membuat platform Grab lebih inklusif dan dapat diakses oleh semua orang, Grab menambahkan teks terjemahan (subtitles) pada materi video pendaftaran dan pelatihan bagi mitra pengemudi tuli.

Tak cuma itu, Grab juga melatih tim layanan pelanggan Grab dengan kemampuan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) dasar untuk membantu mitra pengemudi tuli selama proses ini. Selain juga meningkatkan kapasitas GrabKios untuk bisa merangkul lebih banyak lagi mitra dari komunitas disabilitas agar memiliki peluang penghasilan tambahan.

Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi menjelaskan, untuk memudahkan implementasi di lapangan, pihaknya menggandeng Jangkau dan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI). Bahkan berkat kerja sama itu, Grab kini memperluas GrabGerak, layanan transportasi untuk penumpang dengan kebutuhan mobilitas khusus ke Medan dan Semarang setelah sebelumnya tersedia di Jakarta dan Yogyakarta sejak 2018.

"Kami percaya bahwa setiap orang harus memiliki akses yang sama untuk mendapatkan peluang terlepas dari latar belakang atau kemampuan mereka. Setelah meluncurkan program 'Mendobrak Sunyi' September lalu, kami juga ingin melayani komunitas disabilitas lain, selain komunitas teman tuli," tutur Neneng lewat keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Rabu (4/1/2019).

Ditambahkan Neneng, pihaknya berkomitmen menjadi platform yang inklusif. Oleh karena itu, Grab akan terus berdialog dan berkolaborasi dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), sebagai mitra asosiasi teman tuli nasional.

"Kami selama proses peluncuran yaitu pada September lalu, dan sekarang dengan PPDI dan Jangkau, untuk memahami dan membangun solusi yang dapat melayani kebutuhan para teman tuli dan komunitas disabilitas lainnya dengan lebih baik," paparnya.

Lebih lanjut disampaikan Neneng, ada berbagai hal baru yang dihadirkan oleh Grab Indonesia untuk menjangkau lebih banyak komunitas disabilitas di Indonesia dan menghadirkan mobilitas tanpa batas. Grab memastikan kualitas layanan mitra pengemudi tuli dengan menambahkan teks terjemahan (subtitle) pada video penerimaan dan pelatihan mitra pengemudi.

Selain itu, Grab juga berusaha menjangkau komunitas disabilitas, di luar teman tuli. Bahkan Grab telah menandatangani Nota Kesepahaman Bersama dengan PPDI untuk memayungi kesepakatan antara kedua pihak dalam meningkatkan kapasitas internal, kerja sama program, advokasi kebijakan, dan sosialisasi terkait kebutuhan komunitas penyandang disabilitas untuk mewujudkan Indonesia yang ramah disabilitas.

"Kami juga bekerja sama dengan Jangkau untuk donasi melalui GrabRewards. Jadi nantinya pengguna dapat menukarkan poin GrabRewards mereka dan menyumbang ke Jangkau untuk membantu membeli kursi roda, tongkat, dan perangkat aksesibilitas lainnya. Mereka dapat menyumbangkan Rp 5.000 untuk setiap 200 poin GrabRewards yang ditukarkan dan Rp 10.000 untuk setiap 400 poin GrabRewards yang ditukarkan," jelasnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X