Segera Digunakan, Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek Masih Dibahas

- 4 Desember 2019, 21:27 WIB
Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek /pu.go.id

TARIF jalan layang sepanjang 38 kilometer (km) yang membentang di aras Tol Jakarta-Cikampek masih dibahas pemerintah.

"Penentuan besaran tarif merupakan kewenangan pemerintah," kata Dirut PT Jasa Marga Jalan Layang Cikampek (JJC) Djoko Drijono kepada pers saat meninjau peresmuan jalan layang itu, Rabu (4/12/2019) petang.

JJC selaku operator jalan tol yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia itupun menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah (Kementerian PUPR dan BPJT) mengenai besaran tarif yang akan diberlakukan.

Djoko dan Direktur Operasi JJC Biswanto bersama Corporate Communication and Community Development PT Jasa Marga Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru Santoso mengajak media menjajal jalan layang itu.

Djoko mengemukakan, uji fungsi telah dilakukan terhadap konstruksi jalan itu. Uji fungsi itu untuk mendapatkan Sertifikat Layak Operasi (SLO) sebelum diresmikan dan dioperasikan.

"Dari uji fungsi itu, memang masih ada yang harus diperbaiki. Tentu kami perbaiki," katanya.

Misalnya kelengkapan rambu dan marka jalan. Selain itu menyangkut rescu, derek, kerja sama dengan rumah sakit serta kendaraan patroli.

Mengenai "rest area", dia mengatakan, sampai sekarang tidak ada. Umumnya "rest area" di jalan tol untuk jarak 50 kilometer, namun tol layang ini hanya 38 kilometer.

Namun pihaknya sudah menyiapkan SOP untuk keadaan darurat. Antara lain parkir darurat (emergency), putar arah (u turn) dan lawan arus (contra flow).

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X