Sudah Jelas Dilarang, Anggota DPRD Garut Malah Merokok di Ruangan

- 5 Desember 2019, 21:04 WIB
Ketua BK DPRD Kabupaten Garut Dadang Sudrajat

BADAN Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Garut memanggil delapan anggota dewan karena dinilai telah melakukan pelanggaran etik. Kedelapan anggota DPRD Garut itu diberikan teguran agar tidak mengulangi lagi pelanggaran.

Ketua BK DPRD Kabupaten Garut, Dadang Sudrajat menyebutkan, pelanggaran yang dilakukan anggota dewan itu beragam. Salah satunya merokok di dalam ruangan padahal tidak diperbolehkan.

"Merokok di ruangan itu menyalahi Perda (peraturan daerah) Nomor 1 Tahun 2018. Padahal sebagai pembuat Perda, harusnya anggota dewan itu lebih paham aturan," ujarnya di Gedung DPRD Garut, Jalan Patriot, Kabupaten Garut, Kamis (5/12/2019).

Menurut Dadang, Perda tersebut tak hanya berlaku untuk anggota dewan saja, akan tetapi bagi semua golongan masyarakat. Karena itu, terang Dadang, anggota dewan harus bisa memberi contoh yang baik dengan mematuhi aturan yang dibuat.

Dadang menyebutkan, meskipun di Gedung DPRD Garut memang belum ada perangkatnya (ruang khusus merokok), hal itu bukan berarti para anggota dewan bisa bebas seenaknya merokok di ruang fraksi atau komisi.

"Saat ditanyakan, rata-rata mereka mengaku belum tahu kalau ada larangan merokok," ucapnya.

Dadang menuturkan, agar tak kembali terulang, BK telah memasang stiker larangan merokok di ruangan. Jika masih ada yang melanggar, maka akan diberikan tindakan tegas
dengan pemberian sanksi.

"Untuk sekarang ini baru sebatas teguran dulu. Dari delapan anggota dewan, enam kami panggil ke ruangan fraksi, dan dua orang lagi langsung ditegur secara lisan," katanya.

Dadang menambahkan, selain merokok di ruangan, pelanggaran lain yang dilakukan yaitu terkait pakaian yang dikenakan. Masih ada anggota dewan yang menggunakan pakaian santai saat berkantor.

"Ada juga yang mengenakan pakaian tidak sesuai. Harusnya berpakaian rapi, karena tugas anggota dewan itu kan mendengarkan dan menyampaikan aspirasi masyarakat. Jadi sopan santun dalam berpakaian juga harus tetap dijaga," ucapnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X