Candi Bojongmenje Nasibmu Kini

- 8 Desember 2019, 19:19 WIB

TEMUAN masyarakat Kampung Bojongmenje, RW 02, Desa Cangkuang, Kec. Rancaekek, Kab. Bandung berupa tumpukan batu menyerupai relief candi, Senin (19/8/2003) lalu, mulanya hanya dianggap biasa saja. Sebab perkiraan sementara orang awam, mungkin tidak ada yang aneh dengan penemuan yang berawal dari mimpi seorang warga tersebut.

Namun siapa sangka jika temuan tersebut kemudian menjadi berita besar, manakala ada indikasi tumpukan batu itu memang bangunan candi yang usianya sudah sangat tua. Bahkan, disebut-sebut usianya sudah mencapai 400-500 tahun. Uniknya lagi, Kepala Balai Arkeologi Bandung ketika itu, DR. Toni Djubiantono mengaku, besar kemungkinan candi yang baru ditemukan ini, merupakan missing link dari rentetan candi yang pernah ada di Pulau Jawa.

Jika dugaan ini benar (tentunya setelah melalui penelitian), keberadaan candi ini akan memiliki arti penting bukan hanya bagi dunia arkeolog. Tapi lebih dari itu, sebab keberadaan bangunan-bangunan tua termasuk candi, berkaitan erat dengan masalah peradaban suatu bangsa. Dengan kata lain, ditemukannya candi ini bakal mampu mengungkapkan sejarah tatar Sunda, yang sampai saat ini masih belum utuh atau ada yang hilang.

Penemuan candi yang berada di kawasan pabrik dan pemakaman umum ini, dapat dikatakan sebagai babak baru upaya untuk menuntaskan sejarah tatar Sunda yang sempat terputus. Sebab secanggih apapun kehidupan manusia, tidak akan dapat dilepaskan begitu saja dengan sejarah dan budayanya. Begitu pula dengan kondisi yang berkembang di sekitar area candi.

Terlepas dari itu semua, temuan candi di Rancaekek ini harus mampu diungkapkan dan jangan sampai ditelantarkan begitu saja, seperti kebanyakan benda-benda cagar budaya (BCB) yang ada di Tanah Air. Ditemukannya candi berukuran 1,5x6 meter dengan ketinggian 120 cm ini, bukan saja menjadi aset bagi masyarakat  Jawa Barat. Namun lebih dari itu, candi ini sudah menjadi aset nasional yang harus diketahui bukan hanya oleh warga Jawa Barat.

Secara keilmuan (ilmiah) tumpukan batu yang ada di Kampung Bojongmenje ini, sudah diakui sebagai candi. Apalagi pernyataan itu dikeluarkan Balai Arkeologi Bandung yang memang sangat berwenang untuk menentukan apakah bangunan itu termasuk candi atau bukan. Mengenai keberadaan lembaga yang bernama balai arkeologi ini, kita pun rasa-rasanya tidak ada alasan untuk menyangsikannya. Sebab mereka bekerja sesuai dengan kapasitas ilmu yang dimilikinya.

Jadi tidak ada alasan untuk menolak apa yang sudah menjadi hipotesa awal dari Balai Arkeologi Bandung yang menyebutkan, tumpukan batu yang menyerupai relief candi yang ditemukan warga Kampung Bojongmenje RW 02 Desa Cangkuang, Kec. Rancaekek, Kab. Bandung, memang candi yang berasal dari salah satu kerajaan terbesar dan tertua di Jawa Barat. Apalagi dilihat dari ruang lingkup kerjanya, yang meliputi 4 wilayah Jabar, Banten, Lampung dan Kalimantan Barat.

Hanya saja untuk menentukan berapa usia candi dan berasal dari kerajaan mana candi yang baru ditemukan warga tersebut, tampaknya memang semua pihak harus bersabar. Sebab, banyak hal yang harus dilakukan terlebih dahulu, termasuk prosedur untuk melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait. Selain memang, para arkeolog harus melakukan pengujian lebih lanjut terhadap candi yang ditemukan ini.

                                                                                                                                                           Tidak berelief

Halaman:

Editor: Efrie Christianto


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X