Kemacetan di Lembang Makin Parah, Pengelola Tempat Wisata Tak Perhatikan Kantung Parkir

- 8 Desember 2019, 15:02 WIB
ilustrasi /liputan6

PERMASALAHAN tata ruang dan perizinan di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat semakin kompleks. Tumbuh suburnya perumahan berpengaruh besar terhadap daya dukung alam yang seharusnya dipertahankan sebagai kawasan konservasi.

Begitupun dengan bermunculannya objek wisata baru yang tidak didukung dengan kajian lingkungan berpengaruh terhadap lalu lintas kendaraan. Mestinya, pengelola objek wisata jangan mengesampingkan keberadaan lahan parkir.

"Tidak memadainya lahan parkir yang disediakan pengelola objek wisata semakin memperparah kemacetan di ruas-ruas jalan yang ada di Lembang," kata Ketua KNPI Kabupaten Bandung Barat, Lili Supriatna di Lembang, Ahad (8/12/2019).

Ia mendesak Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna membuat terobosan baru dalam mengatasi persoalan tersebut. Pasalnya jika dibiarkan tanpa ada pemecahan masalah bakal semakin memperparah keadaan.

Ia mendukung penuh rencana pembentukan Desk KBU oleh Gubernur Jawa Barat. Dipandang sebagai langkah konkret dalam rangka penertiban wilayah Kawasan Bandung Utara (KBU).

"Kami dari unsur kepemudaan akan mengusulkan ke gubernur supaya mengintegrasikan penyelamatan kawasan KBU dengan program Citarum Harum melalui satuan tugas (satgas) yang melibatkan TNI, Polri, dan Kejaksaan," tuturnya.

"Bergabungnya tiga institusi tersebut menjadi penambah kekuatan bagi gubernur dan bupati untuk menertibkan KBU yang banyak dikuasai oleh orang-orang berduit. Harapannya pemerintah bisa bertindak lebih tegas tanpa tebang pilih bagi setiap pelanggar aturan di KBU," sambungnya.

Menurutnya, bagi pengusaha yang sudah menjalankan roda usaha tapi belum memiliki izin maka pemerintah harus berani bertindak tegas dengan melskukan penutupan.

"Bahkan gugurkan saja perizinan lainnya melalui putusan pengadilan. Bupati Bandung Barat yang mengeluarkan IMB jangan takut oleh pengusaha, kalau memang mereka salah," ujarnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X