Masyarakat Memanfaatkan Hutan di Kertasari Sudah Lama Terjadi

- 8 Desember 2019, 15:17 WIB

KETUA Pusat Sumber Daya Komunitas (PSDK) Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Wahyudin Iwank turut menyikapi bencana banjir bandang di Kampung Dangdang Cirawa, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Peristiwa terjadi pada Jumat (6/12/2019) sore saat turun hujan deras pada lahan kritis di kawasan Blok Pasir Munding Kertasari.

"Sebenarnya ini masalah pemanfaatan hutan di Kertasari oleh warga setempat yang sudah lama dilakukan," kata Iwank, Ahad (8/12/2019).

Menurutnya, banyak hal yang mendasari masyarakat setempat untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitarnya.
Salah satunya karena kebutuhan lahan semakin tahun semakin meningkat dan lahan yang tersedia semakin terbatas.

"Saya juga melihat terlalu banyak lahan yang dikuasai oleh Perhutani dan perkebunan ketimbang warga yang mengelola," tuturnya.

Karena terbatasan lahan itupula, imbuh Iwank, akhirnya menimbulkan banyak warga melakukan penggarapan lahan hutan supaya kebutuhan hidupnya terjaga. Di sisi lain, pemerintah daerah, pusat dan negara lain banyak menggulirkan program
untuk mengatasi kerusakan hutan di Kertasari sebagai hulu daerah aliran Sungai Citarum.

Namun sayangnya, imbuh Iwank, program yang direncanakan hingga saat ini belum mampu mengatasi kerusakan lingkungan serta menjawab kebutuhan pokok masyarakat sekitarnya.

"Tercatat yang saya ketahui dari mulai program kredit usaha tani (KUT), Citarum Bergetar, Kompepar, Bestari Ecovillage dan Citarum Harum hingga saat ini belum juga bisa menyelesaikan masalah lingkungan dan Citarum-nya. Hal yang sama kebutuhan pokok terhadap lahan yang di perlukan warga setempat masih belum bisa juga disikapi secara serius oleh pemerintah daerah," paparnya.

"Intinya, harus ada evaluasi secara konprehenshif dari setiap program yang berlangsung ke hulu atau melalui pendekatan Citarum, karena kejadian bencana kemarin pengingat serius bagi kita semua," sambungnya.

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X