Per 1 januari 2020, Kartu Sehat Tidak Lagi Berlaku

- 8 Desember 2019, 17:13 WIB
/infobekasi

PEMERINTAH Pemerintah Kota Bekasi memberhetikan layanan kesehatan gratis melalui program Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan. Terhitung 1 Januari 2020, layanan kesehatan yang merupakan primadona di kalangan warga Kota Bekasi itu tidak lagi bisa diakses.

Perihal pemberhentian program KS-NIK, Pemkot Bekasi menyampaikannya melalui Surat Edaran bernomor 440/7894/DINKES yang ditandatangani oleh Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Surat edaran tertanggal 29 November 2019 itu baru beredar dalam beberapa hari terakhir.

Dalam surat edaran disampaikan latar belakang penghentian program KS NIK ialah tindak lanjut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2019 Tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020.

Pada bagian h poin 8 disebutkan, pemerintah daerah tidak diperkenankan mengelola sendiri (sebagian atau seluruhnya) jaminan kesehatan daerahnya dengan manfaat yang sama dengan jaminan kesehatan nasional, termasuk mengelola jaminan kesehatan daerahnya dengan skema ganda.

Dengan dihentikannya program KS NIK, Pemkot Bekasi saat ini tengah merumuskan kebijakan pelayanan kesehatan yang bersifat komplementer dan tidak tumpang tindih dengan JKN yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional.

Surat edaran yang menyebar melalui media sosial tersebut juga memancing keresahan warga yang selama ini merasakan langsung manfaat program KS NIK.

Seperti diutarakan Lestari (40), warga Jatiasih, yang beberapa kali berobat menggunakan KS NIK di rumah sakit swasta.

"Kalau diberhentikan sekarang, kesannya layanan KS NIK sekadar alat politik selama kampanye. Begitu terpilih, lalu stop begitu saja," ucapnya seperti kepada wartawan "PR, Riesty Yusnilaningsih.

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X