Cuaca Ekstrem, Australia Dihantui Ancaman Kebakaran Hutan

- 9 Desember 2019, 12:22 WIB
ilustrasi /dok

RIBUAN petugas pemadam kebakaran membentengi garis penahanan pada Senin (9/12/2019) terkait suhu udara yang diperkirakan akan semakin naik. Kondisi itu dikhawatirkan bisa meningkatkan bahaya gelombang kebakaran baru pada hutan di pantai timur Australia.

Lebih dari 100 titik api masih menyala di kawasan itu. Pihak berwenang memperingatkan kondisi akan memburuk pada Selasa, yaitu ketika suhu diprediksi mencapai 40 derajat Celcius (104 Fahrenheit).

"Berusaha untuk meminimalkan ancaman, petugas pemadam kebakaran dengan aman membakar padang rumput di sekitar rumah untuk membuang bahan bakar," kata Komisaris Dinas Pemadam Kebakaran NSW Shane Fitzsimmons.

"Petugas pemadam kebakaran berusaha memanfaatkan kondisi yang lebih mudah dan sebanyak mungkin mencari cara untuk menahan ancaman itu," tambah Fitzsimmons kepada wartawan di Sydney.

"Ini adalah pekerjaan yang sangat besar dengan lebih dari 2.000 orang dikerahkan di lapangan," sambungnya.

Kebakaran hutan telah menewaskan sedikitnya empat orang, dan menghancurkan lebih dari 680 rumah. Bahkan api telah membakar lebih dari satu juta hektare hutan semak di seluruh Australia timur sejak awal November.

Kebakaran seperti itu biasa terjadi saat musim panas yang kering dan panas di Australia. Akan tetapi keganasan dan kedatangannya yang awal pada musim semi di selatan tahun ini mengejutkan banyak orang. Para ahli mengatakan perubahan iklim telah membuat semak belukar mengering.

Di kota kecil Hawkesbury, sekitar 50 km (31,1 mil) barat laut Sydney, penduduk bergabung dengan petugas pemadam kebakaran untuk menjaga harta benda mereka.

Wali Kota Barry Calvert mengatakan warga berusaha membersihkan dedaunan dari sekitar rumah mereka, dan membuka gerbang untuk memastikan pekerja darurat bisa lewat.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X