Sri Mulyani: Jumlah ASN yang Memiliki Niat Korupsi Hanya Sekitar 5 Persen

- 9 Desember 2019, 16:02 WIB
Sri Mulyani /kastara.id

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengimbau kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar lebih ramah terhadap Aparatur Negeri Sipil (ASN) sehingga dapat sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

"Tentu harapannya kepada KPK adalah kalau kita bicara tentang pencegahan, ya KPK tidak dianggap sebagai ancaman melainkan sebagai suatu institusi yang ikut menjaga," katanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Senin (9/12/2019).

Sri Mulyani menuturkan, selama ini KPK dianggap sebagai suatu lembaga yang menakutkan dan mengancam di mata sejumlah pihak termasuk para aparatur negara. Dengan kondisi itu, ujarnya, perlu ada perubahan terhadap pemikiran tersebut.

"Menurut saya tugas paling berat dari KPK adalah memindahkan mindset itu. Lalu menciptakan society yang based on trust," ujarnya.

Ia menyebutkan, melalui adanya konektivitas dan rasa saling percaya antara KPK dengan aparatur negara maka akan menciptakan situasi yang saling mendukung terutama terkait kebijakan pemerintah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi.

"Mereka harus percaya dengan sistemnya karena kalau ASN merasa ini (KPK) partnernya maka akan terjadi trust sehingga ekonominya akan maju luar bisa," imbuhnya.

Di sisi lain, jika tidak ada rasa saling percaya maka muncul sistem saling mencurigai. Semua itu akan mengakibatkan para ASN ragu dalam mengambil keputusan sehingga berpotensi menghambat langkah untuk berkontribusi melakukan pembangunan.

"Kalau didominasi melalui ketakutan, kekhawatiran, dan apalagi ancaman maka seluruh sistem akan mengikuti tone seperti itu. Itu very high cost, sangat tidak pasti, dan dari sisi ekonomi itu menjadi beban yang luar biasa," tuturnya.

Terlebih lagi, menurut Sri Mulyani jumlah ASN yang memiliki niat untuk melakukan korupsi hanya sekitar 5 persen. Sehingga mayoritas aparatur negara memang benar-benar bekerja sesuai dengan tanggung jawab dan integritasnya.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X