Pemerintah Harus Melakukan Mitigasi Ancaman Banjir Bandang di KBU

- 9 Desember 2019, 16:17 WIB

KETUA Pusat Sumber Daya Komunitas (PSDK) Daerah Aliran Sungai Citarum (DAS) Wahyudin Iwank turut menyikapi kerusakan lingkungan di kawasan Bandung Utara (KBU), yang meliputi kawasan Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung.

"Pemerintah Kabupaten Bandung dan Kota Bandung sudah harus benar-benar mengimplentasikan upaya untuk memitigasi ancaman-ancaman bencana banjir bandang dan longsor di beberapa kawasan KBU," kata Iwank kepada galamedianews.com, Senin (9/12/2019).

Iwank juga mengingatkan kejadian-kejadian banjir bandang sebelumnya, dampak dari kerusakan KBU mengakibatkan banjir bandang di beberapa daerah.

"Salah satunya di kawasan Pasteur, Margaasih, Astana Anyar dan tahun lalu di kawasan Ujungberung dan beberapa titik lainnya," jelasnya.

Memasuki bulan Desember tahun ini, imbuh Iwank, intesitas hujan tidak bisa diprediksi, bisa ringan, sedang dan tinggi. "Hal itu akan menyulitkan masyarakat untuk melihat situasi ancaman jika terjadi bencana banjir bandang," katanya.

Diungkapkan Iwank, sisi lain menjamurnya ijin-ijin pembangunan di KBU semakin kesini semakin tidak terhindarkan. Menurutnya, beberapa tahun lalu, PSDK dan Walhi meminta pemerintah untuk melakukan moratorium ijin-ijin yang mengalih fungsikan lahan di KBU dari daerah resapan air menjadi kawasan rumah-rumah beton. 

"Namun tuntutan tersebut hingga saat ini tidak juga mendapat respon yang baik dari Pemkot Bandung dan Kabupaten Bandung. Malah yang terjadi ijin-ijin mendirikan bangunan terus bertambah," cetusnya.

Ia pun turut mempertanyakan sejauh mana pemerintah memiliki upaya mitigasi dengan kemampuan dan support sumber daya manusia (SDM) yang ada di beberapa dinas.

Salah satunya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) an Dinas Sosial (Dinsos) dalam upaya apa yang direncanakan untuk memitigasi bencana banjir dan longsor di musim hujan. Kemudian langkah apa untuk memberikan pengetuhan bagi masyarakat yang berada di beberapa daerah rawan banjir dan longsor.

Halaman:

Editor: Kiki Kurnia


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X