Waspada Jika Lewati 4 Jalur Alternatif Menuju Lembang

- 9 Desember 2019, 16:21 WIB
ilustrasi /dok

MENJELANG masa libur akhir tahun, Kepolisian mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan yang melintasi jalur alternatif di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, untuk mewaspadai beberapa titik rawan kecelakaan lalu lintas dan kemacetan.

Bhabinkamtibmas Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Brigadir Ridwansyah mengatakan, pihaknya mencatat setidaknya ada empat titik di jalur alternatif kawasan Punclut yang rawan kecelakaan dan kemacetan.

"Untuk itu kami meminta pengguna jalan selalu waspada karena jelang musim liburan, volume kendaraan yang akan ke objek wisata pasti mengalami peningkatan saat masuk liburan," imbuh Brigadir Ridwansyah di Lembang, Senin (9/12/2019).

Ridwansyah menyebutkan, empat titik rawan kecelakaan dan kemacetan tersebut yaitu Jln. Babakan Bandung, Jln. Bukanagara, Tanjakan Seskoau serta Tanjakan Naga. Titik-titik rawan tersebut kerap digunakan oleh para pengendara roda dua maupun empat, untuk memangkas waktu tempuh berkendara dari Bandung ke Lembang maupun sebaliknya.

"Kondisi jalan menanjak serta menurun tajam dan ekstrem. Selain itu juga berbelok-belok. Jika pengemudi tidak mahir dan tidak menguasai medan, maka bisa menimbulkan kecelakaan," ujarnya.

Pihaknya tak memungkiri kecelakaan yang menyebabkan korban luka dan jiwa sering terjadi di jalur Punclut, akibat kelalaian pengguna jalan. Kejadian terbaru, dua orang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan di Jln. Babakan Bandung, Ahad (8/12/2019) siang.

Kedua korban adalah pengemudi ojek online (ojol) dan penumpangnya yang langsung tewas di lokasi kejadian. Menurut Ridwan, pengemudi ojol yang berjalan dari arah Lembang diduga tidak bisa menguasai laju kendaraannya, sehingga melaju terlalu ke kanan.

"Di saat yang bersamaan, dari arah berlawanan datang kendaraan roda empat yang langsung menabrak sepeda motor korban," katanya.

Ridwansyah mengungkapkan, setiap satu bulan sekali ada laporan kecelakaan baik tunggal maupun tabrakan dengan kendaraan lain di jalur tersebut, karena pengguna jalan mengendarai kendaraannya dengan kecepatan relatif tinggi. Namun, paling sering adalah kendaraan pribadi yang tak kuat menanjak saat melaju di tanjakan.

Halaman:

Editor: Lucky M. Lukman


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X