Promosi dan Rotasi Kepsek Sumedang Menebarkan Aroma Tak Sedap

- 10 Desember 2019, 09:19 WIB
Ratusan Kepala Sekolah SD dan SMP mengikuti acara pelantikan, di Pendopo Gedung IPP Kabupaten Sumedang, Senin (10/12/2019).

SEHARI usai pelantikan 565 guru Sekolah Dasar (SD) dan 72 guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) promosi dan rotasi penugasan guru menjadi kepala sekolah, menebarkan aroma tak sedap.

Diduga ada aliran uang yang diduga masuk ke saku beberapa oknum Disdik, dari sejumlah kepala sekolah. Indikasi itu, diperkuat dengan beredarnya draf nominatif  mutasi (promosi) dan rotasi kepala sekolah, beberapa hari sebelum pelantikan tersebut dilaksanakan.

Di samping itu, sebelumnya juga merebak isu, jika untuk menempati “jabatan”  Kepala SD  yang dikehendaki dibandrol Rp10-15 juta. Sedangkan untuk Kepala SMP, kisarannya sampai Rp50 juta.

Seiring dengan itu, kekecewaan datang dari sejumlah kepala sekolah yang merasa terdzalimi. Pasalnya, kebijakan promosi dan rotasi Kepala Sekolah dianggap tidak mempertimbangkan aturan dan norma sebelumnya, serta mengabaikan aspek kemanusiaan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Agus Wahidin, ketika dikonfirmasi galamedianews.com perihal tersebut, Selasa (10/12/20019), belum bersedia menjawab panggilan. Demikian pula, dengan pertanyaan yang disampaikan lewat pesan Whatsaap, yang bersangkutan hingga berita ini, diturunkan belum memberi jawaban.

Namun sebelumnya, Agus menyampaikan, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah Pasal 21 Huruf b dan d, masa tugas kepala sekolah sebelum berlakunya peraturan ini, tidak dihitung sebagai masa penugasan.

“Jadi masa kerja kepala sekolah yang saat ini, diangkat dengan kategori promosi memiliki masa kerja penugasan yang sama yaitu 0 tahun 0 bulan. Sedangkan bagi kepala sekolah yang katagori tetap atau rotasi, mereka sama sama memiliki masa kerja penugasan 1 tahun 9 bulan, yakni terhitung sejak diundangkannya Permendikbud RI Nomor 6 Tahun 2018 pada 22 Maret 2018,” ujarnya.

Editor: Brilliant Awal


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X